Breaking News:

Pengadilan Agama Serang-DKBP3A Kabupaten Serang Kerja Sama Berikan Konseling soal Perkawinan

Nanti kami memberikan pemaparan kepada yang bersangkutan untuk menerima konseling dari P2TP2A

dokumentasi Diskominfosatik Kabupaten Serang
Ketua Pengadilan Agama (PA) Serang, Jubaeda, dan Kadis Keluarga Berencana, Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (DPKBP3A) Kabupaten Serang, Tarkul Wasyit, menandatangani memorandum of understanding (MoU), Kamis (16/9/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Ketua Pengadilan Agama (PA) Serang, Jubaeda, dan Kadis Keluarga Berencana, Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (DPKBP3A) Kabupaten Serang, Tarkul Wasyit, menandatangani memorandum of understanding (MoU), Kamis (16/9/2021).

Penandatanganan di aula PA Serang itu juga dihadiri Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak atau P2TP2A Kabupaten Serang, Nurlinawati.

Menurut Jubaeda, ada tiga penekanan penandatanganan MoU, yaitu layanan konseling bagi pemohon dispensasi perkawinan, korban perceraian, serta sengketa hak asuh anak.

MoU ini inisiatif bersama karena keduanya sudah menjalin kerja sama dalam pelayanan sidang isbat nikah terpadu.

Baca juga: Selamat! Pemkab Serang 10 Kali WTP, Dapat Penghargaan dari Kemenkeu, Bupati Ratu Tatu: Tidak Mudah

"Itu program Ibu Bupati Serang yang sudah berjalan tiga tahun," ujarnya lewat rilis yang diterima TribunBanten.com, Kamis.

Layanan konseling bagi pemohon dispensasi perkawinan bagi calon atau orang tua calon pengantin yang akan menikah tetapi masih di bawah umur dan ditolak Kantor Urusan Agama (KUA).

KUA menolak karena belum memenuhi umur sesuai UU Nomor 16 tahun 2019 tentang Perkawinan, yaitu batas usia 19 tahun, baik perempuan maupun laki-laki.

"Nanti kami memberikan pemaparan kepada yang bersangkutan untuk menerima konseling dari P2TP2A," ucapnya.

Baca juga: Monitoring dan Evaluasi SPBE, Pemkab Serang Songsong Transformasi Digital dengan Optimistis

Konseling itu seperti bagaimana ke depannya jika perkawinan terjadi, bagaimana akibatnya, dan bagaimana pengaruhnya.

"Jadi peran kami memberikan dispensasi perkawinan itu dari aspek udang-undang. Itu yang pertama,” katanya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved