Breaking News:

Pengadilan Agama Serang-DKBP3A Kabupaten Serang Kerja Sama Berikan Konseling soal Perkawinan

Nanti kami memberikan pemaparan kepada yang bersangkutan untuk menerima konseling dari P2TP2A

dokumentasi Diskominfosatik Kabupaten Serang
Ketua Pengadilan Agama (PA) Serang, Jubaeda, dan Kadis Keluarga Berencana, Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (DPKBP3A) Kabupaten Serang, Tarkul Wasyit, menandatangani memorandum of understanding (MoU), Kamis (16/9/2021). 

Terkait perceraian, menurut Jubaedah, bisa saja terjadi suami istri tidak menghendakinya sehingga ini yang menjadi objek konseling.

“Bagaimana ke depan jika terjadi perceraian tapi tidak menjadi trauma bagi mereka,” ucap Jubaedah.

Untuk sengketa hak asuh anak, ketika orang tua yang bercerai memperebutkan anaknya, akan berdampak buruk.

Baca juga: Monitoring dan Evaluasi SPBE, Pemkab Serang Songsong Transformasi Digital dengan Optimistis

Jadi, setiap anak tidak bisa memilih untuk ikut siapa ayah atau ibu. 

“Program konseling ini juga akan diberikan pencerahan bagi orang tua untuk bersikap kepada anaknya," katanya.

Anak juga akan diberikan pendampingan harus menerima kenyataan yang terjadi antara kedua orang tua.

"Diharapkan tidak ada lagi trauma yang berkepanjangan bagi si anak,” ujar Jubaedah.

Baca juga: Pemkab Serang Bersinergi dengan Kadin Provinsi Banten Bantu Warga Terdampak Pandemi Covid-19

Berdasarkan data dispensasi yang tercatat di PA Serang pada 2020, ada 118 yang dikabulkan dengan 124 perkara.

“Pada tahun ini sampai dengan September, perkara dispensasi yang kami terima 36 perkara. Masih dalam proses sisanya, dan yang dikabulkan Majelis Hakim ada 18 perkara,” katanya. 

Tarkul mengatakan yang melatarbelakangi MoU ini adalah implementasi dari UU No 35 tahun 2014, termasuk UU No 1 tahun 1974 diubah menjadi UU No 16 tahun 2019 tentang Perkawinan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved