Breaking News:

Virus Corona di Banten

Evaluasi PTM di Lebak: Masih Ada Sekolah Langgar Protokol Kesehatan

Sejumlah pelanggaran protokol kesehatan ditemukan selama penerapan metode Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Lebak, Banten.

istimewa
Ilustrasi sekolah tatap muka 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUBANTEN.COM, LEBAK - Sejumlah pelanggaran protokol kesehatan ditemukan selama penerapan metode Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Lebak, Banten.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Wawan Ruswandi.

Menurut dia, pelanggaran protokol kesehatan itu dilakukan oleh pihak sekolah dan peserta didik.

"Kami kasih saran dan kumpulkan para kepala sekolah agar PTM terbatas ini semakin baik," katanya saat dihubungi, Selasa (28/9/2021).

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Ajarkan Banyak Hal, Kunci Keberhasilan di Tangan Guru, Orang Tua, dan Siswa

Baca juga: UIN SMH Banten Gelar Perkuliahan Tatap Muka Mulai Oktober, Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Kuliah

Menurut dia, banyak pelanggaran yang dilakukan pihak sekolah, dipandang sebagai bentuk ketidaksiapan sekolah-sekolah di Lebak mempersiapkan PTM terbatas.

Selain itu, kata dia, anak-anak sangat sulit untuk diatur agar tidak berkurumun.

Untuk itu, pihaknya akan mengevaluasi sekolah-sekolah yang melanggar ketentuan dan belum menerapkan protokol kesehatan.

"Kami ada sistem pengawasan masing-masing dari pihak Dinas hingga sekolah yang berada di SD dan SMP. Oleh karena itu, akan ada evaluasi secara menyeluruh," ujarnya.

Sejauh ini, dia menilai, belum ditemukan kasus positif Covid-19 yang menginfeksi anak-anak.

Hanya saja, dia mengkhawatirkan apabila tidak ada teguran kepada pihak sekolah maka dapat
menyebabkan kluster penyebaran Covid-19 di sekolah.

Baca juga: 893 SD-SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten Serang Sudah Belajar Tatap Muka Terbatas

Baca juga: Dukung Pembelajaran Tatap Muka, BPBD Kabupaten Serang Bagikan Bantuan 20.000 Masker

"Intinya sampai saat ini khususnya di Lebak belum ada cluster sekolah ditemukan, walaupun di daerah lain itu banyak ditemukan cluster sekolah," tegasnya.

Dia mengaku tak segan menutup sekolah apabila, sewaktu-waktu ditemukan cluster sekolah.

"Beberapa sekolah kami berhentikan terkait PTM yang melanggar prokes ataupun tidak menjalankan," ujarnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved