Breaking News:

Sekolah PAUD di Serang Disegel Akibat Sengketa Tanah, Muridnya Terpaksa Belajar di Rumah Guru

Kegiatan belajar mengajar murid sekolah PAUD Tunas Harapan yang sempat viral karena disegel oleh oknum kini terganggu

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Yudhi Maulana A
TRIBUNBANTEN/AHMADTAJUDIN
Satu unit sekolah PAUD Tunas Harapan di Kampung Kebon Jaya, Desa Kendayakan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten disegel. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Kegiatan belajar mengajar murid sekolah PAUD Tunas Harapan yang sempat viral karena disegel oleh oknum yang mengaku sebagai pemilik lahan kini terganggu.

Para kini murid terpaksa 'mengungsi' ke tempat lain untuk belajar.

Diketahui gedung sekolah PAUD tersebut berada di Kampung Kebon Jaya, Desa Kendayakan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten.

Tak hanya gedung PAUD, oknum tersebut juga menyegel Kantor Desa Kendayakan yang berada di dekat PAUD.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Asep Nugrahajaya menerangkan bahwa sekolah PAUD Tunas Harapan hanya mendapatkan efek atas bangunan PAUD di sana.

Baca juga: Bupati Serang Minta Sengketa Tanah PAUD dan Kantor Desa Kendayakan Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

"Karena PAUD itu hanya menumpang di gedung madrasah, dan gedung madrasahnya berdiri di gedung kantor desa," ujarnya kepada TribunBanten.com saat ditemui di SMPN 2 Tunjung Teja, Kamis (30/9/2021).

Sehingga bangunan PAUD itu, kata dia, posisinya menumpang dari yang menumpang.

Kemudian Asep membeberkan, PAUD tersebut diketahui memiliki dua ruang kelas yang terdiri dari 25 siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Asep Nugrahajaya saat ditemui di SMPN 2 Tunjung Teja, Kamis (30/9/2021).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Asep Nugrahajaya saat ditemui di SMPN 2 Tunjung Teja, Kamis (30/9/2021). (TribunBanten.com/Ahmad Tajudin)

"Di ruang kelas 1 ada 12 siswa  dan ruang kelas 2 ada 13 siswa," ujarnya.

Walaupun sekolah itu ditutup oleh pemilik lahan, namun proses pembelajaran harus tetap dilaksanakan.

Adapun tempat untuk proses pembelajarannya, kata Asep, itu menjadi kewajiban bagi penyelenggara.

"Penyelenggaranya yah PAUD itu sendiri, sebab itu PAUD nya swasta," kata dia.

Untuk tempatnya dilakukan di rumah guru dan kepala sekolahnya. 

"Mereka tetap melakukan pembelajaran yang sudah ditetapkan di tempat guru dan kepala PAUD," jelasnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved