Breaking News:

Warga Tegal Maja Serang Sulap Bambu Menjadi Kerajinan Cantik, Sampai Dikirim ke Dubai

Jaumenah merupakan salah satu aggota kelompok ayaman bambu yang diberdaya oleh Badan usaha milik desa (Bumdes).

Penulis: desi purnamasari | Editor: Yudhi Maulana A

Warga Tegal Maja , kata dia, sudah sejak turun-temurun memanfaatkan bambu untuk anyaman.

Sebagian besar produk yang dihasilkan warga setempat merupakan besek yaitu wadah atau tempat serbaguna berbahan anyaman bambu.

hasil kerajinan dari bambu karya warga di lingkungan, Kampung Tegal Maja, Desa Tegal Maja, Kecamatan Keragilan, Kabupaten Serang.
hasil kerajinan dari bambu karya warga di lingkungan, Kampung Tegal Maja, Desa Tegal Maja, Kecamatan Keragilan, Kabupaten Serang. (TribunBanten.com/Desi Purnamasari)

"Biasanya buat besek, baku, sair selain itu juga saya buat tas dari bambu juga," katanya saat di lokasi, Kamis (30/9/2021).

Namun, produk seperti pincuk dan tas hanya dikerjakan jika ada pesanan.

Sementara yang selalu dikerjakan adalah besek dan bakul karena sudah ada pengepulnya.

Baca juga: Rutan Kelas IIB Serang Gelar Bazar, Jual Hasil Berkebun dan Kerajinan Tangan Warga Binaan

Harga yang dikenakan mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 50.000 perbiji tergantung ukurannya.

Meski demikian, membuat anyaman bambu bukan mata pencarian utama warga di Tegal Maja.

Sehari-hari mereka juga ada sebagai petani bahkan pekerja pabrik.

Kepala Desa Tegal Maja, Muhamad Iksan mengatakan bahwa para warga memang dari dulu sudah mengayam bambu.

Namun, kata dia, semakin kesini pengayam bambu semakin berkurang di lingkungannya dan untuk melestarikan tersebut maka pihaknya mengadakan pelatihan dan berkerjasama dengan Bambu Nusantara selama 20 hari.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved