Breaking News:

Kota Tangerang

Pensiunan Jenderal Gadungan Janjikan Anak Warga Tangerang Jadi Polri, Korban Ditipu Ratusan Juta

Seorang pria berinisial DS (67) diduga melakukan penipuan dengan modus rekrutmen anggota Polri.

Tribun Tangerang/Andika Panduwinata
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro menunjukkan barang bukti saat gelar perkara kasus penipuan dan penggelapan di Mapolsek Cisoka, Kabupaten Tangerang, Kamis (7/10/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Seorang pria berinisial DS (67) diduga melakukan penipuan dengan modus rekrutmen anggota Polri.

DS ditangkap oleh Polsek Cisoka, di Perum Taman Kirana Surya, Desa Pesanggrahan, Solear, Kabupaten Tangerang. 

Melansir Tribun Tangerang, korban penipuan DS bernama Samsudin (56) warga Kampung Manggu, Desa Cisoka, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. 

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro menunjukkan barang bukti saat gelar perkara kasus penipuan dan penggelapan di Mapolsek Cisoka, Kabupaten Tangerang, Kamis (7/10/2021).
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro menunjukkan barang bukti saat gelar perkara kasus penipuan dan penggelapan di Mapolsek Cisoka, Kabupaten Tangerang, Kamis (7/10/2021). (Tribun Tangerang/Andika Panduwinata)

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro menjelaskan, untuk melancarkan aksinya, tersangka DS mengaku sebagai pensiunan jenderal bintang dua atau inspektur jenderal (Irjen).

Selain itu, tersangka menjanjikan kepada korban bisa meloloskan anaknya menjadi anggota Polri.

"Untuk meluluskan menjadi anggota Polri, tersangka DS meminta kepada korban uang sejumlah Rp 300 juta," kata Wahyu saat konferensi pers di Mapolsek Cisoka, Kamis (6/10/2021).

Baca juga: Hari Ini Anak Nia Daniaty dan Suami Akan Diperiksa di Polda Metro Jaya Atas Dugaan Penipuan CPNS

Pada Minggu (1/12/2019), korban menyerahkan uang tahap awal sebesar Rp 50 juta.

Alasan tersangka meminta uang untuk mengurus administrasi pendaftaran menjadi anggota Polri.

Kemudian, Kamis (9/1/2020), korban kembali menyerahkan uang sebesar Rp 25 juta dengan alasan untuk menindaklanjuti nomor pendaftaran. 

"Pada Selasa, 3 Maret 2020, tersangka kembali meminta uang sebesar Rp10 juta dengan alasan untuk biaya cek kesehatan. Korban pun mengikuti kembali menyerahkan uang," tutur Wahyu.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved