Breaking News:

Penjualan Motor-Mobil Bensin Dilarang pada 2040, Indonesia Beralih ke Kendaraan Listrik

Pemerintah Republik Indonesia berencana menghentikan penjualan kendaraan bermotor berbahan bakar bensin mulai 2040.

Editor: Glery Lazuardi
Daihatsu
Pemesanan mobil Daihatsu meningkat imbas dari relaksasi PPnBM mobil baru. 

TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah Republik Indonesia berencana menghentikan penjualan kendaraan bermotor berbahan bakar bensin mulai 2040.

Upaya penghentian penjualan kendaraan bermotor berbahan bakar bensin itu dilakukan sebagai komitmen pemerintah mewujudkan nol emisi karbon atau net zero emission (NZE) pada 2060.

"Transformasi menuju net zero emission menjadi komitmen bersama kita paling lambat 2060," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

Baca juga: UU HPP Disahkan, Pengemplang Pajak Tidak Dipenjara, Cukup Membayar Kerugian Pendapatan Negara

Baca juga: Pemerintah Terapkan Aturan Baru PPnBM Mulai 16 Oktober, Pajak Kendaraan Ditentukan Berdasar Emisi

Sejumlah target yang akan dicapai di tahun 2040 selain penjualan kendaraan motor konvensional.

"EBT sudah mencapai 71 persen, tidak ada PLT Diesel yang beroperasi, Lampu LED 70 persen, dan konsumsi listrik mencapai 2.847 kWh/kapita," jelasnya.

Sejumlah tahapan pemerintah disiapkan menuju capaian target nol emisi.

"Kami telah menyiapkan peta jalan transisi menuju energi netral mulai tahun 2021 sampai 2060 dengan beberapa strategi kunci," jelas Arifin.

Pada tahun 2021, pemerintah mengeluarkan regulasi dalam bentuk Peraturan Presiden terkait EBT dan retirement coal.

"Tidak ada tambahan PLTU baru kecuali yang sudah berkontrak maupun sudah dalam tahap konstruksi," tuturnya.

Di tahun 2022 akan adan Undang-Undang EBT dan penggunaan kompor listrik untuk 2 juta rumah tangga per tahun.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved