Maulid Nabi

Sejarah Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW serta Nilai yang Terkandung di Dalamnya

Berikut ini sejarah perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW serta nilai yang terkandung di dalamnya

Editor: Renald
freepik.com
Berikut ini sejarah perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW serta nilai yang terkandung di dalamnya 

TRIBUNBANTEN.COM - Berikut ini sejarah perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW serta nilai yang terkandung di dalamnya.

Maulid Nabi diperingati tiap 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah.

Tahun ini, Maulid Nabi jatuh pada 19 Oktober 2021, namun libur nasional Maulid Nabi diundur menjadi 20 Oktober 2021.

Baca juga: Jelang Maulid Nabi, Harga Bumbu Dapur hingga Daging Ayam Merangkak Naik di Pasar Rau

Baca juga: ASN Nekat Cuti saat Maulid Nabi Akan Diberi Sanksi, Siap-siap Gaji Ditunda Hingga Penurunan Pangkat

Maulid Nabi merupakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Tradisi perayaan Maulid Nabi sudah ada sejak zaman dahulu.

Ada berbagai versi sejarah tentang asal mula perayaan Maulid Nabi.

Versi pertama menerangkan perayaan ini dipelopori oleh Sultan Al-Muzhaffar sebagai bentuk rasa cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.

Terlepas dari tokoh penggagas Maulid Nabi, yang terpenting dari perayaan Maulid Nabi adalah tujuan serta manfaat yang diperoleh, karena sebagian umat Islam masih merayakan hari lahir Nabi Muhammad hingga saat ini.

Mari mengenal lebih jauh tentang sejarah perayaan Maulid Nabi dan nilai yang bisa dipetik dari tradisi ini.

Selengkapnya, simak informasi berikut ini.

Perayaan Maulid Nabi Pertama Kali

Dikutip dari pn-marabahan.go.id, peringatan ini dilakukan pertama kali oleh Raja Irbil (sekarang Irak) bernama Muzhaffaruddin Al-Kaukabri pada awal abad ke 7 Hijriyah.

Dalam kitab Tarikh, Ibn Katsir berkata:

"Sultan Muzhaffar mengadakan peringatan Maulid Nabi pada bulan Rabi'ul Awal. Dia merayakannya secara besar-besaran. Dia adalah seorang yang berani, pahlawan, alim dan seorang yang adil – semoga Allah merahmatinya."

Kemudian, Sibth (cucu) Ibn Al-Jauzi menjelaskan tentang peringatan tersebut Sultan Al-Muzhaffar mengundang seluruh rakyatnya dan seluruh ulama.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved