Breaking News:

Kisah Isef Parihat Merawat Cagar Budaya di Bendungan Lama Pamarayan, Kerap Merasakan Aura Mistis

Dari situlah pria berusia 40 tahun ini timbul rasa prihatin terhadap benda-benda bersejarah tersebut.

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Sudah lebih dari 10 tahun, Isef Parihat menjaga cagar budaya di Bendungan Lama Pamarayan, Kabupaten Serang, peninggalan masa kolonial Belanda.

Dia tetap bertekad untuk tetap merawat dan menjaga cagar budaya tersebut.

"Pas saya masih sekolah sekitar 1993, banyak yang menjarah benda-benda di Bendungan Lama Pamarayan," katanya kepada TribunBanten.com di Bendungan Lama Pamarayan, Sabtu (23/10/2021).

Dari situlah pria berusia 40 tahun ini timbul rasa prihatin terhadap benda-benda bersejarah tersebut.

Baca juga: Jadi Tempat Wisata di Kabupaten Serang, Ini Wajah Baru Bendungan Lama Pamarayan

Meskipun dibayar sebagai honorer, Isef mengaku senang bisa menjaga benda bersejarah peninggalan kolonial Belanda yang sangat berharga di Banten.

Isef yang setiap hari bertugas menjaga serta merawat benda peninggalan bersejarah tersebut merasakan berbagai macam rintangan.

Seperti banyaknya aksi vandalisme hingga merasakan aura mistis di sekitar bendungan.

Pria berambut panjang ini bersama tiga orang menjaga dan merawat Bendungan Lama Pamarayan.

Dia membagi waktu bekerja dengan yang lain.

Isef Parihat merawat benda peninggalan Belanda di Bendungan Lama Pamarayan, Sabtu (23/10/2021).
Isef Parihat merawat benda peninggalan Belanda di Bendungan Lama Pamarayan, Sabtu (23/10/2021). (TribunBanten.com/Desi Purnamasari)
Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved