Breaking News:

Terdampak Pandemi Covid-19, 17,36 Juta Peserta JKN Tunggak Iuran, Bagaimana Jaminan Kesehatan?

Pada akhir 2024, pemerintah menargetkan cakupan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bisa mencapai 95 persen.

Editor: Glery Lazuardi
Istimewa
Politisi Senior PKS Syukri Wahid 

TRIBUNBANTEN.COM - Pada akhir 2024, pemerintah menargetkan cakupan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bisa mencapai 95 persen.

Hanya saja, untuk memenuhi target itu, tantangan sangat besar. Hal ini, karena banyak peserta yang tidak aktif.

Seperti dilansir kompas.tv, berdasarkan data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bulan Agustus 2021 tercatat jumlah peserta JKN mencapai 225,96 juta peserta.

Dari angka tersebut, sebanyak 17,36 juta peserta berstatus tidak aktif. Dengan kata lain, peserta aktif yang rutin membayar iuran hanya 208,59 juta peserta.

Baca juga: BPJS Kesehatan Gandeng Kejari Tangsel, Badan Usaha Penunggak Iuran Bakal Dipanggil

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Syukri Wahid, meminta pemerintah tetap memberikan pelayanan kesehatan maksimal kepada warga di tengah pandemi Covid-19.

Pemerintah mempunyai program BPJS Kesehatan sebagai program pemerintah dalam kesatuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mulai beroperasi sejak 1 Januari 2014.

Namun, di masa pandemi Covid-19 ini, banyak warga yang mengalami kesulitan untuk membayar tagihan dari BPJS Kesehatan sehingga dinyatakan sebagai peserta penunggak iuran.

Untuk itu, Syukri Wahid, meminta kepada pemerintah untuk membantu peserta penunggak iuran.

"Sehingga wajar bila terjadi penunggakan pembayaran BPJS Kesehatan," ujar Syukri Wahid, dalam keterangannya, pada Senin, (25/10/2021).

Di sejumlah daerah, bahkan jumlah penunggak BPJS Kesehatan mencapai ribuan orang.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved