2 Nelayan Asal Serang yang Menghilang Sejak Kemarin Ditemukan Selamat dan Terombang-Ambing di Laut
Keduanya ditemukan di sekitar perairan Pulau Tunda dan Pulau Panjang, sekitar pukul 17.30 WIB di dalam perahu yang dalam kondisi mati mesin.
Penulis: desi purnamasari | Editor: Yudhi Maulana A
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Dua nelayan asal Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang yang dikabarkan hilang di perairan antara Pulau Panjang dan Pulau Tunda, pada Selasa (2/11/2021) ditemukan dalam kondisi selamat.
Keduanya ditemukan di sekitar perairan Pulau Tunda dan Pulau Panjang, sekitar pukul 17.30 WIB di dalam perahu yang dalam kondisi mati mesin.
Dua nelayan itu yakni atas nama Supri dan Nanang warga Desa Kedung Soka, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Nana Sukmana mengatakan bahwa pada saat ditemukan kedua nelayan tersebut berada di tengah laut dan terombang-ambing oleh ombak.
"Kedua nelayan tersebut dalam keadaan selamat dan kondisi perahu mati yang sedang terombang ambing ombak," ujarnya saat dikonfirmasi TribunBanten.com, Rabu (3/11/2021).
Baca juga: Sempat Kontak Melalui WhatsApp, Dua Nelayan Hilang di Perairan Kabupaten Serang
Setelah itu, kedua nelayan tersebut langsung di evakuasi ke pangkalan nelayan Pulau Tunda.
Ia pun menuturkan bawa hal tersebut lantaran kerusakan pada mesin perahu dan hilang kontak, yang mengakibatkan perahu tidak dapat berjalan.
"Karena kerusakan pada mesin perahu dan kedua nelayan tersebut tidak membawa ketersediaan bahan bakar," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, keduanya diketahui berangkat memancing dengan menggunakan perahu bermesin dongfeng 8 PK dari Pantai Habibi Salira pada Senin (1/11/2021) pukul 16.00 WIB.
"Mereka berangkat menuju perairan antara Pulau Panjang dan Pulau Tunda," katanya saat dikonfirmasi TribunBanten.com, Rabu (3/11/2021).
Kemudian, pada Selasa (2/11/2021) sekira pukul 07.00 WIB, mereka bersandar di Dermaga Nelayan Pulo Ampel untuk menaruh ikan hasil tangkapan.
“Sekira pukul 08.00 WIB, mereka berangkat kembali memancing ke perairan antara Pulau Panjang dan Pulau Tunda,” katanya.
Setelah itu, pada pukul 14.17 WIB, Nanang menelepon rekannya bernama Rizki untuk meminta bantuan menarik perahunya.
Nanang memberitahukan jika mesin perahunya mati dan mengirim lokasi melalui aplikasi WhatsApp.
Baca juga: Kisah Gibran Alami Hal Mistis Selama Hilang di Gunung Guntur, Kini Sering Minta ke Pantai Selatan
Namun, saat saudara Rizki berangkat ke lokasi, perahu Nanang dan Supri sudah tidak ada di lokasi, ia sudah berusaha mencari di sekitar lokasi namun tidak ada.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/nelayan-selamat-pulau-tunda.jpg)