Cegah Stunting, TP PKK Diminta Aktif Edukasi Warga Kabupaten Serang

Ketua TP PKK Kabupaten Serang, Habibah Supriatna, meminta TP PKK tingkat kecamatan sampai desa membantu Pemerintah Kabupaten Serang menekan stunting

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Sosialisasi Cegah Stunting di Aula Tb. Suwandi Setda Kabupaten Serang pada Selasa, (2/11/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Serang, Habibah Supriatna, meminta TP PKK tingkat kecamatan sampai desa untuk membantu Pemerintah Kabupaten Serang menekan dan mencegah kasus stunting.

Hal itu disampaikan Habibah pada Sosialisasi Cegah Stunting di Aula Tb. Suwandi Setda Kabupaten Serang pada Selasa, (2/11/2021).

“TP PKK selaku mitra kerja pemerintah sudah seharusnya ikut membantu secara aktif upaya-upaya pemerintah, terutama dalam penanggulangan stunting dan juga program-program pembangunan pemerintahan lainnya,”ujar Habibah.

Baca juga: Sempat Kontak Melalui WhatsApp, Dua Nelayan Hilang di Perairan Kabupaten Serang

Sosialisasi Stunting “Cegah Stunting, Penuhi Gizi Anak Sejak Dini, Anak Sehat, Cerdas dan Berkualitas” tersebut bekerjasama dengan Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A), yang dihadiri TP PKK kecamatan dan desa se Kabupaten Serang.

Istri Asisten Daerah (Asda) I Kabupaten Serang, Nanang Supriatna ini berharap TP PKK kecamatan dan desa serta Rukun Tetangga, Rukun Warga (RT/RW) sampai ke kelompok dasa wisma.

Upaya itu, kata dia, perlu dilakukan lebih aktif lagi dalam menekan dan mencegah stunting di wilayahnya masing-masing.

Tentu memanfaatkan 10 program pokok TP PKK.

“Semua harus aktif agar manfaat keberadaan PKK dapat dirasakan oleh masyarakat,”kata Habibah.

Habibah menjelaskan, stunting adalah kekurangan gizi kronis pada bayi di 1000 hari pertama kehidupan berlangsung lama dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak.

Kondisi Kabupaten Serang, berdasarkan keputusan Bupati Serang Nomor 441/KEP.220-HUK.DINKES/2021 tentang penempatan desa lokus penurunan stunting di Kabupaten Serang tahun 2021-2020.

“Adapun desa lokus stunting Kabupaten Serang tahun 2021 di 3 lokus tertinggi diantaranya Kecamatan Cinangka, Desa Mongpok persentase 33,47 persen, Kecamatan Cikeusal Desa Sukaratu 31,39 persen, Kecamatan Jawilan Desa Pasir Buyut 30,35 persen,”paparnya.

Sedangkan desa lokus stunting tahun 2022 mendatang meliputi Kecamatan Cikeusal, Desa Mongpok persentase 55 persen, Kecamatan Cikande, Desa Bakung 40 persen, Kecamatan Padarincang, Desa Barugbug persentase 38,68 persen.

“Tahun 2021 Bulan Februari untuk kecamatan tertinggi Cinangka berdasarkan data tahun 2020, kemudian Tahun 2022 tertinggi Cikeusal berdasarkan data Agustus 2021,”urai Habibah.

Bentuk TPK

Kepala DKBP3A Kabupaten Serang, Tarkul Wasyit mengatakan, salah satu tujuan sosialisasi stunting bagaimana menindaklanjuti terkait pencegahan, penurunan stunting di Kabupaten Serang.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved