Breaking News:

Kemenko PMK Kunjungi Serang, Mendorong Pemkab Tekan Kemiskinan Ekstrem serta TBC dan Stunting

Kunjungan kerjanya tersebut dalam rangka melihat bagaimana Pemkab Serang dalam menangani stunting, dan TBC,serta apa saja kendala dalam pelaksanaannya

Penulis: desi purnamasari | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Asisten Deputi Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Nancy Dian Angraeni melakukan kunjungan kerja ke Pemerintahan Kabupaten Serang, pada Kamis (4/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM SERANG - Asisten Deputi Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Nancy Dian Angraeni melakukan kunjungan kerja ke Pemerintahan Kabupaten Serang, pada Kamis (4/11/2021).

Kunjungan kerjanya tersebut dalam rangka melihat bagaimana Pemkab Serang dalam menangani stunting, dan TBC, serta apa saja kendala dalam pelaksanaannya di lapangan.

Karena menurutnya, masalah kemiskinan ekstrem berkaitan erat dengan stunting dan TBC.

Dan secara nasional Kabupaten Serang angka kemiskinan masih diatas rata-rata nasional.

"Kemiskinan ekstrem menjadi prioritas. Karena ada amanah kepada negara untuk dapat menurukan kemiskinan ekstrem," katanya saat usai rapat di Brigjen Syam'un, pada Kamis (4/11/2021).

Baca juga: Cegah Stunting, TP PKK Diminta Aktif Edukasi Warga Kabupaten Serang

Ia pun memuturkan bahwa Pemerintah menargetkan pada 2024 akan tekan kemiskinan ekstrem. Namun memang secara nasional masih masuk dalam kategori tinggi di 4 persen.

"Kabupaten Serang saja ada sekitar 80 ribu angka kemiskinan, ini merupakan angka yang cukup besar," ucapnya perempuan berkerudung tersebut.

Maka dalam hal ini pihaknya membutuhkan kerja sama serta dukungan dari berbagai stakeholder maupun masyrakat.

"Karena arah gerakan pembangunan menuju pembaharuan dan perubahan bukan hanya dari pihak Pemerintah saja," ujarnya.

Maka dari itu pihaknya meminta agar dapat dilakukan koordinasi dengan kementrian teknis mulai dari usulan serta kendala.

Baca juga: Penderita TBC di Pandeglang Capai 2.098 Orang dalam Setahun, Dinkes: Lebih Bahaya Dari Covid-19

"Untuk Kabupaten Serang memang sudah menjalankan program eliminasi TBC di 2025, perlu dibuat road map agar bisa tercapai eliminasi TBC di 2025,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Tubagus Entus Mahmud Sahiri mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Serang pun turut berkomitmen untuk eliminasi TBC di tahun 2025 sesuai dengan program Provinsi Banten.

Selain itu pihaknya pun melakukan upaya guna mengeliminasi TBC dengan membuat peta jalan yang langsung dibuat oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Serang.

Ia pun berharap dari upaya yang dilakukan seluruh Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), stakeholder serta partisipasi masyarakat maka kondisi kesehatan di Kabupaten Serang semakin membaik kususnya mengenai stunting dan TBC.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved