Marak Serangan Siber dan Pencurian Informasi, Pemerintah Benahi Tata Kelola Data Pribadi

Indonesia masih menjadi sasaran bagi para hacker melakukan kejahatan. Tak hanya warga sipil yang menjadi korban, tetapi juga pemerintah.

Editor: Glery Lazuardi
CSO
Ilustrasi hacker 

TRIBUNBANTEN.COM - Indonesia masih menjadi sasaran bagi para hacker melakukan kejahatan. Tak hanya warga sipil yang menjadi korban, tetapi juga pemerintah.

Terakhir, situs BSSN diretas pada Rabu 20 Oktober. Padahal, BSSN adalah simbol badan yang ditugaskan menjaga keamanan siber Indonesia, negara berpenduduk terbesar ke 4 dunia dan masuk 10 besar pengguna internet terbesar.

Baca juga: Situs Badan Siber dan Sandi Negera Diretas Hacker, Pelaku Diduga dari Brazil, Ini Kronologinya

Seperti dilansir dari Kontan.co.id (group TribunBanten.com), pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang membahas mengenai tata kelola data pribadi dan membangun infrastruktur secara besar-besaran untuk menjembatani kesenjangan digital.

“Kita sedang menyusun Indonesian General Data Protection Regulation," kata Menkominfo, Johnny G Plate.

Adapun berkaitan dengan pembangunan pusat data nasional, Menteri Johnny menjelaskan pemerintah tengah menyiapkan pembangunan empat pusat data nasional.

Upaya itu untuk mewujudkan pemerintahan berbasis digital.

Menurut dia, penerapan konsep digital government itu bertujuan mendukung dan mendorong pelayanan publik yang efisien, efektif, dan transparan.

“Pusat data yang akan dibangun ini adalah pusat data Tier-IV global standar, jadi kualifikasinya sangat tinggi sehingga membangunnya pun tentu kita harus menyiapkan dengan benar,” tuturnya.

Saat ini pembangunan PDN dalam tahap finalisasi pembiayaan. Pembangunan pusat data yang akan dibangun di Jabodetabek mengadopsi teknologi Perancis.

Dia mengungkapkan, nanti perusahaan pemenangnya tentu akan disampaikan setelah dilakukan lelang tahap akhir.

"Kita harapkan nanti di akhir tahun 2023 pusat data pemerintah (Government Data Center) itu sudah bisa digunakan,” ungkapnya.

Pengoperasian pusat data akan mengandalkan karya anak bangsa. Menurutnya sistem government cloud dibangun dan dikembangkan Indonesia sendiri.

Dia mengungkapkan, secara teknis pembangunan infrastruktur pusat data, namun government cloud akan dibangun dan dihasilkan oleh Indonesia sendiri.

"Untuk memastikan bahwa pusat data dilayani dengan cloud system yang dihasilkan oleh putra-putri Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Lagi Situs Pemerintah Diserang Hacker, Kini Giliran Badan Siber dan Sandi Negara

Pernyataan itu disampaikan Johnny saat menerima kunjungan Duta Besar LBPP Portugal untuk Indonesia, H.E Maria João Falcão Poppe Lopes Cardoso di Rumah Dinas Widya Chandra, Jakarta, Rabu (03/11/2021).

Halaman
123
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved