445 SD di Kota Tangerang Gelar PTM Terbatas, Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

445 SD di Kota Tangerang melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, Senin (8/11/2021).

Editor: Glery Lazuardi
Tribun Tangerang/Andika Panduwinata
Ilustrasi sekolah tatap muka di tingkat SD. 

TRIBUNBANTEN.COM - Sebanyak 445 SD di Kota Tangerang melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, Senin (8/11/2021).

Jumlah tersebut terdiri dari SD negeri dan swasta.

"Alhamdulillah PTM untuk jenjang SD semua di hari senin ini sudah selesai melaksanakan PTM. Jumlahnya ada 445 sekolah yang sudah pelaksanakan PTM SD," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Jamaluddin, pada, Senin (8/11/2021).

Baca juga: Senin Ini, 1.090 SD di Kabupaten Tangerang Gelar PTM Terbatas

Menurutnya, semua kepala sekolah sudah antusias untuk melaksanakan PTM terbatas.

Sehingga, akhirnya semua SD di Kota Tangerang boleh melaksanakan PTM karena sudah masuk PPKM Level 1.

Sementara, Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Helmiati, menjelaskan, mekanismenya pun tetap mengikuti standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan Covid-19.

Pertama masuk itu tetap tes suhu, cuci tangan, ikuti arah masuk dan keluar, wajib masker, orang tua mengantar sampai gerbang.

"Juga anak-anak yang masuk itu harus sudah vaksin, kalau belum orang tuanya harus sudah vaksin tetap kesehatan dan keselamatan jadi prioritas utama," tegas Helmiati.

Baca juga: Mulai Senin 8 November, Seluruh SD di Kabupaten Tangerang Dibolehkan Gelar PTM Terbatas

Ia menuturkan, pihaknya khawatir jika orang tua siswa belum vaksin Covid-19 dapat berpotensi penularan Covid-19.

Pasalnya, bila ada ada siswa atau orang tua yang tidak berkenan melaksanakan PTM tetap bisa melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

"Kita tetap diseimbangi dengan PJJ. Selain kita antisipasi klaster baru kita juga membantu pemerintah biar masyarakat vaksin. Dengan itu meningkatkan minat orang tua untuk vaksin agar anaknya bisa ikut PTM," papar Helmiati.

Kepala SDN Gondrong 2, Masria menuturkan, pada PTM pertama kali di sekolah mengaku berjalan baik.

Ditambah pun dengan keceriaan anak-anak lantaran sudah dua tahun tidak merasakan duduk di bangku sekolah.

"Alhamdulillah berjalan lancar baik anak-anak senang sekali ke sekolah karena mereka sudah dua tahun (tidak masuk). Masih malu-malu dan tegang," katanya.

"Karena awal masuk sudah ada cek suhu, ke mana jalannya (pengarah ke kelas) di kelas sebelum masuk cuci tangan dan cek suhu lagi. Di dalam kelas pun mereka seperti kebingungan, oh mana nih teman saya, eh pakai masker deh," lanjut Masria.

Baca juga: Fenomena Kekerasan Terhadap Anak saat PTM: Tewas Usai Dianiya Guru di Alor, Siswa Dirantai di Batam

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved