Breaking News:

Buruh se-Banten Kembali Gelar Unjuk Rasa, Kadisnakertrans Anggota Dewan Temui Pendemo

Serikat buruh se-Provinsi Banten kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) pada Rabu (10/11/2021).

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Ahmad Tajudin
Serikat buruh se-Provinsi Banten kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) pada Rabu (10/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Serikat buruh se-Provinsi Banten kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) pada Rabu (10/11/2021).

Aksi unjuk rasa yang terjadi ketiga kalinya ini, masih berkaitan dengan tuntutan sebelumnya.

Di mana para serikat buruh itu menuntut Pemprov Banten agar menaikan upah minimum provinsi (UMP) sebesar 8,95 persen dan upah minimum kota/kabupaten (UMK) sebesar 13,5 persen.

Selain itu mereka juga meminta agar Gubernur Banten memberlakukan UMSK pada tahun 2022 serta mencabut UU Omnibus Law.

Berdasarkan pantaun TribunBanten.com saat di lokasi.

Pada aksi unjuk rasa kali ini, selain nampak ratusan buruh yang berkumpul untuk menyuarakan aspirasi.

Baca juga: Siap-siap, Pemerintah Segera Umumkan Kenaikan Tarif Cukai Hasil Tembakau pada 2022

Nampak juga Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten, Al Hamidi bersama Ketua Komisi 5 DPRD Provinsi Banten, Muhammad Nizar di tengah-tengah peserta aksi.

Saat itu Anggota Dewan Komisi 5, M. Nizar mengatakan bahwa pihaknya mengerti kalau yang disuarakan mereka adalah jeritan dari hati yang paling dalam.

"Hari ini kami mengerti betul, kami mendengar betul itu adalah jeritan dari hati yang paling dalam dari bapak dan ibu sekalian," ujar M. Nizar saat menyampaikan orasi di hadapan peserta aksi, Rabu (10/11/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved