Breaking News:

Kota Tangerang

Imbas Kenaikan UMK 2022 yang Dianggap Kecil, 200 Ribu Buruh di Kota Tangerang akan Mogok Kerja

Sebanyak dua ratis ribu buruh di Kota Tangetang dikabarkan akan mogok kerja terkait hasil dari kenaikan upah yang dinilai tak sesuai.

Tribunbanten.com/Ahmad Tajudin
Suasana aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh buruh se-Provinsi Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten 

TRIBUNBANTEN.COM - Sebanyak dua ratis ribu buruh di Kota Tangetang dikabarkan akan mogok kerja terkait hasil dari kenaikan upah yang dinilai tak sesuai.

Melansir Tribun Jakarta, diketahui Gubernur Banten telah mentapkan Upah Minimum Provinsi Banten Tahun 2022 hanya naik 1,63 persen.

Kemudian Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) masih berharap sang gubernur memenuhi rekomendasi kenaikan UMK Kota Tangerang sebesar 13,5 persen atau menjadi Rp 4.746.000 dari Rp4 200.000.

Baca juga: Ratusan Ribu Buruh di Kota Tangerang Bakal Mogok Kerja Imbas UMK 2022 Naik Tipis

AB3 pun berencana akan melakukan mogok kerja jika tuntutan kenaikan UMK Kota Tangerang tidak sesuai dengan rekomendasi mereka.

Ketua Presidium AB3 Dedi Sudrajat mengatakan buruh di Provinsi Banten, termasuk 200 ribu buruh di Kota Tangerang, menyatakan sepakat untuk melakukan mogok kerja jika tuntutan mereka tidak dikabulkan.

"Kami sudah sepakat bahwa Aliansi Buruh Banten Bersatu akan mogok daerah seluruh wilayah, termasuk usulan semua delapan kota/kabupaten kalau usulan kita tidak dikabulkan gubernur," ujarnya dia saat dihubungi, Minggu (21/11/2021).

Dedi menjelaskan mogok kerja akan terlaksana satu pekan setelah Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten tentang upah 2022 telah keluar.

Baca juga: Bocoran Disnakertrans: Upah Minimum Provinsi Banten 2022 Naik, Bakal Diumumkan Jumat Sore

Rencananya SK tersebut akan keluar pada 30 November mendatang.

"Paling lambat setelah SK UMK, karena kan keluarnya tanggl 30 November, apakah sesuai dengan usulan kita atau tidak," ujar Dedi.

Baca juga: Bocoran UMP DKI Jakarta 2022, Bakal Diumumkan 19 November 2021

Menurutnya, tuntutan kenaikan UMK sebesar 13,5 persen sesuai dengan survei harga pangan di pasar-pasar tradisional yang dilakukan pihaknya mengacu pada Undang-undang Nomor 3 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

"Yang mana penentuan UMK itu berdasarkan survei kebutuhan hidup layak, berdasarkan survei pasar itu lah kita temukan angka 13,5 kenaikannya," ucap Dedi.

"Itu real kebutuhan hidup buruh lajang dalam satu bulan, jadi kebutuhan real memang yang kita lakukan ke pasar tradisional," tambah dia.

Baca juga: Gelar Demo Tuntut Kenaikan UMP dan UMK di Banten, Emak-emak: Anak Butuh Makan!

Dedi menambahkan pada Senin (22/11/2021) besok buruh di bawah naungan AB3 akan kembali melakukan demonstrasi di depan gedung Dinas Ketenagakerjaan (Disnker).

"Dan besok kita rencannya di dua titik tuh, Jatiuwung Sol Marina dan tanah tinggi rencananya kita jalan kaki dari dua titik itu menuju Disnaker," tutup Dedi.

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul UMK Naik Sedikit, 200 Ribu Buruh di Kota Tangerang Bakal Mogok Kerja

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved