Breaking News:

Peringatan BMKG: 28 Kecamatan di Lebak Potensi Cuaca Ekstrem Berisiko Tinggi

Pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan laporan cuaca untuk wilayah Banten selama satu minggu ke depan.

Editor: Glery Lazuardi
pixabay.com
Ilustrasi cuaca ekstrem. 

TRIBUNBANTEN.COM - Pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan laporan cuaca untuk wilayah Banten selama satu minggu ke depan.

BMKG menginformasikan peringatan dini untuk waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Yaitu di wilayah Kabupaten Lebak bagian Utara dan Timur, Kabupaten Pandeglang bagian Utara, Kabupaten Serang bagian Timur, Kota Serang, Kabupaten Tangerang bagian Tengah dan Selatan, serta Kota Tangerang Selatan.

"Laporan Cuaca BMKG memperkirakan, cuaca Kabupaten Lebak untuk tiga hari ke depan mulai Kamis (25/11) hingga Sabtu (27/11) akan didominasi berawan dan hujan ringan hingga sedang," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangannya, pada Rabu (24/11/2021).

Baca juga: Tergerus Air Sungai Cimadur, Pemkab Lebak Segera Perbaiki Jembatan Penghubung di Bayah Timur

Sedangkan pantauan analisa risiko bencana melalui InaRISK, wilayah Kabupaten Lebak terdapat 28 Kecamatan yang memiliki potensi mengalami cuaca ekstrim dengan tingkat resiko sedang hingga tinggi.

Untuk itu, BNPB mengingatkan masyarakat dan pemerintah di tingkat Kabupaten / Kota maupun yang lebih kecil Kecamatan / Desa untuk selalu waspada.

Waspada terhadap bahaya cuaca ekstrim yang dapat memicu bencana hidrometeorologi basah berupa tanah longsor, banjir hingga angin kencang di tengah fenomena La Nina.

"Mitigasi bencana dapat dilakukan dengan cara memantau debit air Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk potensi banjir, terasering pada lereng yang berpotensi longsor, dan pengendalian pemanfaatan ruang terbuka untuk daerah resapan air," kata dia.

Sebelumnya, fenomena Cuaca Ekstrim melanda delapan Kecamatan di wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada Selasa, (23/11) pukul 04.00 WIB.

BPBD Kabupaten Lebak melaporkan, terdapat satu unit sekolah dengan kondisi rapuh yang tengah melakukan aktivitas belajar mengajar harus mengalami rusak berat dan menyebabkan delapan siswa mengalami luka ringan akibat terkena puing-puing bangunan.

Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi yang berujung pada meluapnya Sungai Rambut serta memicu terjadinya longsor dan angin kencang di beberapa titik.

Baca juga: Ini Dugaan Sementara Penyebab Ambruknya Atap Gedung SMPN 1 Cibeber Kabupaten Lebak

Kedelapan titik lokasi bencana tersebut berada di Kecamatan Cigemblong, Kecamatan Maja, Kecamatan Bojongmanik, Kecamatan Wanasalam, Kecamatan Cikulur, Kecamatan Cihara, Kecamatan Cibeber, dan Kecamatan Panggarangan.

Selain itu, BPBD Kabupaten Lebak mencatat terdapat 44 KK menjadi korban terdampak dengan kerugian material berupa 35 unit rumah terendam banjir, 9 rumah mengalami rusak dengan tingkat beragam dari ringan hingga berat, 1 unit sepeda motor rusak dan 2 ruas jalan harus terputus akibat longsor.

Merespon peristiwa ini, BPBD Kabupaten Lebak menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk menyambangi lokasi terdampak dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk segera memberikan penanganan.

BPBD Kabupaten Lebak bersama dinas PU Provinsi telah menurunkan alat berat ke ruas jalan warung Cibeber, Banten untuk membersihkan material longsor yang menutup akses jalan dan pembersihan puing-puing material bangunan pada sekolah yang roboh.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved