BMKG: Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter Berpotensi Terjadi di Perairan Banten Hari Ini dan Besok

Gelombang tinggi berpotensi terjadi di wilayah Samudra Hindia Selatan atau di Perairan Banten selama dua hari ke depan.

Editor: Yudhi Maulana A
Ist
Ilustrasi gelombang tinggi di Perairan Indonesia 

TRIBUNBANTEN.COM - Gelombang tinggi berpotensi terjadi di wilayah Samudra Hindia Selatan atau di Perairan Banten selama dua hari ke depan.

Dalam peringatn dini gelombang tinggi yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gelombang berpotensi terjadi mulai hari ini, Jumat (3/12/2021) hingga Sabtu (4/12/2021).

Informasi yang didapat dari akun Instagram resmi BMKG, gelombang tinggi 2,5 meter hingga 4 meter berpotensi terjadi di wilayah Perairan Banten serta beberapa wilayah perairan lainnya.

Gelombang tinggi tersebut terjadi sebagai dampak dari adanya Siklon Tropis Nyatoh yang kini terjadi di wilayah Filipina Utara dan Papua.

Siklon Tropis Nyatoh tersebut menimbulkan gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan di Indonesia.

Baca juga: BMKG Sebut Ada Potensi Tsunami 8 Meter di Selat Sunda, ASDP Merak: Cuaca Saat Ini Kurang Bersahabat

Untuk itu, BMKG menyarankan untuk memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

Potensi Tsunami hingga 8 Meter di Kota Cilegon

Potensi tsunami setinggi hingga delapan meter di Cilegon, diungkapkan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.

Hal itu dikatakannya pada saat raker bersama Komisi V DPR, Rabu (1/12/2021).

Dwikorita meluruskan pernyataannya itu.

Menurut dia, pernyataannya perlu dimaknai sebagai pemetaan BMKG dalam membuat skenario terburuk jika tsunami terjadi.

Baca juga: BMKG Sebut Ada Potensi Tsunami 8 Meter di Selat Sunda, ASDP Merak: Cuaca Saat Ini Kurang Bersahabat

"Itu peta. Peta bahaya wilayah. Indonesia ini kan pantainya banyak yang potensial tsunami, termasuk di Cilegon. Jadi itu peta bahaya yang disusun duluan dengan skenario terburuk," kata Dwikorita saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu.

Dia memastikan pernyataannya itu sebagai upaya mitigasi dari BMKG terhadap potensi tsunami di Indonesia.

Apalagi tidak ada satu orang pun yang tahu kapan tsunami itu datang.

"Ya kita enggak tahu kapan terjadinya, tapi ada potensi," ucapnya.

Baca juga: Basarnas Banten Imbau Masyarakat Waspada, Kepala BMKG Sebut Potensi Tsunami Terjadi saat Libur Natal

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved