Virus Corona
Cegah Kenaikan Kasus Covid-19 Menjelang Nataru, Ini Indikator-indikator yang Harus Dipantau
kesiapan menuju periode nataru menjadi penting agar bisa bisa mencegah naiknya kasus sejak saat ini
TRIBUNBANTEN.COM - Saat ini kasus Covid-19 di Indonesia terkendali.
Namun, Jubir Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, mengatakan pemerintah daerah tidak mentolerir adanya perkembangan ke arah yang kurang baik.
Apalagi, mengutip covid19.go.id, Sabtu (11/12/2021), menjelang periode libur Natal dan tahun baru (nataru).
Indonesia selama ini belum berhasil melewati periode libur panjang tanpa kenaikan kasus.
"Kesiapan menuju periode nataru menjadi penting agar bisa bisa mencegah naiknya kasus sejak saat ini," katanya dalam keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Kamis (9/12/2021).
Menurut Wiku, sejumlah indikator harus dipantau secara terus-menerus, yaitu:
Baca juga: Staf Lab di Taiwan Terpapar Covid-19 Diduga Gara-gara Gigitan Tikus, Kini Kasusnya Sedang Diselediki
- Perkembangan kasus.
Meskipun kondisi nasional masih terkendali, kasus harian di enam provinsi sempat naik signifikan.
Di antaranya Lampung dengan kasus harian dari 1 menjadi 18 kasus dalam 4 hari, Bangka Belitung naik dari 8 menjadi 15 kasus dalam 2 hari, dan DKI Jakarta naik dari 41 menjadi 70 kasus dalam 2 hari.
Selain itu, Jawa Barat naik dari 29 menjadi 83 kasus dalam 3 hari, NTT naik dari 3 menjadi 27 kasus dalam 3 hari, serta Papua Barat naik dari 4 menjadi 13 kasus dalam 5 hari.
- Angka reproduksi efektif (Rt) atau potensi penularan dalam suatu populasi.
Angka RT mulai menunjukkan kenaikan di beberapa provinsi.
Ini adalah alarm dini dalam penetapan langkah-langkah pengendalian.
Pulau Jawa dari 0,95 pada 11 November 2021 naik menjadi 0,978 per 2 Desember 2021 dan Pulau Sulawesi dari 0,95 pada 11 November 2021 menjadi 0,978 per 2 Desember 2021.
Protokol kesehatan penting untuk dicermati.
Baca juga: Cegah Kasus Covid-19 Baru, Razia Protokol Kesehatan akan Digelar di Wilayah Tangsel saat Nataru
Naiknya Rt pada beberapa wilayah tidak dibarengi dengan kepatuhan akan protokol kesehatan.
"Padahal ini aspek penting mencegah penularan. Data menunjukkan, 32 kabupaten/kota tidak patuh memakai masker dengan angka kurang dari 60 persen warga patuh," ucap Wiku.
- Mobilitas penduduk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/model-berpose-menggunakan-masker.jpg)