Virus Corona

Cegah Kenaikan Kasus Covid-19 Menjelang Nataru, Ini Indikator-indikator yang Harus Dipantau

kesiapan menuju periode nataru menjadi penting agar bisa bisa mencegah naiknya kasus sejak saat ini

Tayang:
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Model berpose dengan mengenakan masker dalam sesi foto busana karya desainer Lia Afif di Hotel Harris, Satelit, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (21/6/2020). 

Kabar baik saat ini, mobilitas per pulau yaitu Bali, Jawa, Kalimantan, Maluku Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi dan Sumatera menunjukkan penurunan sejak awal November.

Namun, Pulau Maluku mobilitanya lebih tinggi dari data pembanding pada Februari 2020.

Di Pulau Nusa Tenggara, berada sedikit di bawah pembanding tersebut.

Baca juga: Langkah Satgas Covid-19 Cegah Varian Omicron, Mulai dari Fasilitas RS Hingga Aturan Perjalanan

Karenanya, untuk mencegah kenaikan periode nataru, mobilitas penduduk harus terus dikendalikan dan dilakukan dengan aman.

Masyarakat dimohon melakukan mobilitas hanya ketika diperlukan dan tetap mematuhi protokol kesehatan dan menyiapkan prasyarat perjalanan yang diperlukan seperti testing dan vaksinasi.

  • Sisi kuratif.

Kesiapan fasilitas Kesehatan untuk menangani pasien Covid-19 merupakan aspek yang harus terus diperhatikan.

Sejauh ini Indonesia masih tetap mempertahankan kesiapsiagaan terlihat dari data tempat tidur untuk Covid-19 yang cenderung tetap dan belum dikonversi kembali.

Secara nasional, jumlah keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) isolasi pada rumah sakit rujukan menunjukkan tren penurunan.

Baca juga: Hal-hal Penting yang Perlu Diketahui soal Covid-19 Varian Omicron, Tingkat Penularan hingga Gejala

Namun, di beberapa provinsi menunjukkan kenaikan, seperti di Nusa Tenggara Timur dari 8, 97 persen per 7 Desember menjadi 10,31 persen sehari setelahnya, Kalimantan Tengah dari 1, 51 persen per 5 Desember menjadi 2,14 persen per 8 Desember. 

Untuk pelaporan kinerja posko tingkat desa/kelurahan perlu diperhatikan.

Jumlah posko yang memantau kepatuhan di daerahnya menurun dalam 9 minggu terakhir.

Data menunjukkan, laporan tertinggi tercatat pada 3 Oktober 2021, yaitu sejumlah 5,5 juta laporan.

Per Minggu ini hanya masuk sejumlah 3 juta laporan. 

Dari penjabaran data-data tersebut mulai dari data kasus, Rt, kepatuhan protokol kesehatan, kinerja posko, mobilitas penduduk hingga BOR menunjukkan perkembangan yang kurang baik, terutama pada beberapa wilayah yang sudah disebutkan.

"Pemerintah daerah diminta untuk memperbaiki keadaan di daerahnya selambat-lambatnya minggu depan," ujar Wiku.

Dia meminta masyarakat harus mempertahankan disiplin protokol kesehatan, yaitu mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak, melakukan mobilitas dengan aman pada saat diperlukan serta ikut dalam program vaksinasi.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved