Breaking News:

3 Tarif Pajak Naik pada 2022, Orang Tajir Berpenghasilan di Atas Rp 5 Miliar/Tahun Dikenai PPh 35%

Untuk itu, pemerintah akan mengejar penerimaan lebih tinggi lagi pada tahun depan.

Indonesia.go.id
Ilustrasi pajak. 

TRIBUNBANTEN.COM - Pada 2022 jadi tahun terakhir defisit APBN diperbolehkan melebihi 3 persen.

Untuk itu, pemerintah akan mengejar penerimaan lebih tinggi lagi pada tahun depan.

Satu di antaranya, pemerintah menggenjot pertumbuhan penerimaan perpajakan.

Beberapa instrumen pajak naik mulai tahun depan. 

Di antaranya tiga tarif pajak yang naik pada 2022:

* PPN

Selain cukai rokok, tarif Pajak Pertambahan Nilai ( PPN) turut naik dari 10 persen menjadi 11 persen.

Kenaikan ini mulai berlaku pada April 2022.

Kemudian, tarif PPN akan kembali naik sebesar 12 persen pada tahun 2025.

Kenaikan tarif ini bakal mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Skema tarif PPN adalah single tarif (tarif tunggal), bukan multi tarif.

Kemudahan dalam pemungutan PPN juga akan diberikan kepada jenis barang/jasa tertentu atau sektor usaha tertentu melalui penerapan tarif PPN final, misalnya 1 persen, 2 persen, atau 3 persen, dari peredaran usaha.

Kendati naik, pemerintah tidak akan mengambil PPN untuk beberapa barang/jasa yang dianggap sangat dibutuhkan masyarakat pada umumnya.

Barang-barang yang tak dikenai tarif PPN adalah barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat banyak, jasa kesehatan, jasa pendidikan, jasa pelayanan sosial, dan beberapa jenis jasa lainnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved