6 Ciri-ciri Diabetes Pada Laki-laki dan Daftar Obat untuk Penderita Kencing Manis

Inilah enam ciri-ciri diabetes pada laki-laki dan daftar obat untuk penderita kencing manis.

Tayang:
Editor: Vega Dhini
nps.org.au
Ilustrasi - Diabetes. 

Namun, metfomin juga memiliki efek samping seperti mual, diare, dan penurunan berat badan.

Efek samping tersebut dapat hilang ketika tubuh mulai beradaptasi dengan penggunaan obat diabetes ini.

Biasanya, dokter akan mulai meresepkan obat oral atau injeksi lainnya sebagai kombinasi jika metformin saja tidak cukup membantu dalam mengendalikan kadar gula dalam darah.

2. Sulfonilurea

Selain metformin, golongan obat generik untuk diabetes melitus yang sering diresepkan dokter adalah sulfonilurea.

Obat golongan sulfonilurea bekerja dengan cara membantu pankreas untuk memproduksi insulin lebih banyak.

Diabetes juga bisa terjadi akibat resistensi insulin, artinya tubuh tak lagi peka atau sensitif terhadap insulin yang berguna membantu mengatur kadar gula darah.

Nah, obat golongan sulfonilurea ini membantu tubuh agar jadi lebih peka terhadap insulin.

Umumnya, obat golongan sulfonilurea hanya diperuntukkan untuk pasien diabetes tipe 2.

Orang dengan diabetes tipe 1 tidak menggunakan obat ini, karena pada dasarnya, tubuh mereka tidak atau kurang memproduksi insulin.

Beberapa contoh obat diabetes golongan sulfonilurea, antara lain:

  • Chlorpropamide
  • Glyburide
  • Glipzide
  • Glimepiride
  • Gliclazide
  • Tolbutamide
  • Tolazamide
  • Glimepirid

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak.

Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Obat generik untuk diabetes melitus ini dapat menimbulkan efek hipoglikemia atau kondisi menurunnya gula darah dengan cepat.

Oleh karenanya, bila Anda diresepkan obat kencing manis ini oleh dokter, Anda harus menerapkan jadwal makan yang teratur.

3. Meglitinide

Obat diabetes golongan meglitinide bekerja seperti sulfonilurea, yaitu merangsang pankreas menghasilkan lebih banyak insulin.

Bedanya, obat untuk diabetes melitus ini bekerja lebih cepat.

Durasi efeknya pada tubuh juga lebih pendek dari pada obat golongan sulfonilurea.

Repaglinide (Prandin) dan nateglinide (Starlix) adalah contoh dari obat golongan meglitinide.

Salah satu efek samping yang muncul dari minum obat golongan meglitinide adalah gula darah rendah dan penambahan berat badan.

Konsultasikanlah dengan dokter untuk mendapatkan saran terbaik bagi kondisi Anda.

4. Thiazolidinediones (glitazone)

Thiazolidinediones atau juga dikenal dengan obat golongan glitazone juga kerap diberikan untuk membantu mengendalikan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2.

Obat ini bekerja dengan cara membantu tubuh untuk menghasilkan lebih banyak insulin.

Selain mengendalikan gula darah, obat ini juga membantu menurunkan tekanan darah dan memperbaiki metabolisme lemak dengan meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah.

Kenaikan berat badan merupakan salah satu efek samping dari penggunaan obat diabetes melitus ini.

Mengutip dalam laman Mayo Clinic, obat kencing manis ini juga dikaitkan dengan efek samping lain yang lebih serius, seperti risiko gagal jantung dan anemia.

Obat diabetes yang termasuk ke dalam golongan glitazone (thiazolidinediones) ini adalah:

  • Rosiglitazone
  • Pioglitazone
  • Perempuan meminum obat sesusai aturan minum obat TBC

5. Inhibitor DPP-4 (gliptin)

Inhibitor dipeptidil peptidase-4 (inhibitor DPP-4) atau dikenal juga dengan golongan gliptin adalah obat generik untuk diabetes melitus yang bekerja meningkatkan hormon inkretin dalam tubuh.

Inkretin merupakan hormon di saluran pencernaan yang bekerja memberi sinyal pada pankreas untuk melepaskan insulin ketika kadar gula darah naik.

Oleh karena itu, peningkatan produksi hormon inkretin dapat membantu meningkatkan pasokan insulin untuk mengontrol kadar gula darah yang tinggi, terutama setelah makan.

Selain itu, obat kencing manis ini juga dapat membantu mengurangi pemecahan glukosa di hati sehingga tidak dialirkan ke darah saat kadar gula sedang tinggi.

Biasanya dokter akan meresepkan obat diabetes melitus ini jika pemberian obat metformin dan obat golongan sulfonilurea tidak efektif mengendalikan gula darah pasien kencing manis.

Mengutip laman American Diabetes Association, obat kencing manis ini juga efektif untuk membantu menurunkan berat badan.

Beberapa obat yang termasuk ke dalam golongan ini adalah:

  • Sitagliptin
  • Saxagliptin
  • Linagliptin
  • Alogliptin

Sayangnya, beberapa laporan mengaitkan obat ini dengan risiko pankreatitis atau radang pada pankreas.

Maka dari itu, informasikan kepada dokter seluruh kondisi kesehatan yang Anda miliki, terutama jika memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan pankreas.

6. Agonis reseptor GLP-1 (inkretin mimetik)

Agonis reseptor GLP-1 atau dikenal juga dengan golongan obat inkretin mimetik diresepkan dokter apabila obat-obatan diabetes melitus seperti yang sudah disebutkan di atas belum mampu mengontrol kadar gula darah Anda.

Obat kencing manis ini diberikan melalui suntikan.

Obat ini memiliki kandungan amylin, yaitu asam amino yang diproduksi bersama hormon insulin di pankreas.

Cara kerjanya adalah dengan merangsang sekresi (pengeluaran) hormon alami yang diproduksi oleh tubuh tepatnya di dalam usus, yaitu inkretin.

Hormon inkretin dapat merangsang pelepasan insulin setelah makan sehingga meningkatkan produksi insulin dan menurunkan glukagon atau gula yang diproduksi oleh hati.

Dengan begitu, Agonis reseptor GLP-1 dapat menghambat dan mengurangi pelepasan glukosa yang diproduksi setelah makan.

Obat diabetes ini juga membantu memperlambat pencernaan sehingga mencegah lambung cepat kosong dan menahan nafsu makan.

Contoh obat kencing manis golongan agonis reseptor GLP-1 adalah:

  • Exanatide
  • Liraglutide
  • Semaglutide
  • Albiglutide
  • Dulaglutide

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa liraglutide dan semaglutide dapat membantu mengurangi risiko serangan jantung dan stroke pada orang yang berisiko tinggi terhadap kedua kondisi tersebut.

Efek samping obat kencing manis ini termasuk mual, muntah, dan kenaikan berat badan.

Bagi beberapa orang, obat kencing manis ini dapat meningkatkan risiko pankreatitis.

7. Inhibitor SGLT2

Sodium-glucose co-transporter-2 (SGLT2) adalah inhibitor golongan baru yang juga sering digunakan dalam pengobatan diabetes.

Golongan obat diabetes melitus ini bekerja dengan mengurangi penyerapan kembali glukosa dalam darah.

Dengan begitu, glukosa akan dikeluarkan melalui urine, sehingga gula yang menumpuk atau beredar di dalam darah akan berkurang.

Jika diimbangi dengan diet yang benar serta program latihan fisik yang rutin, obat golongan ini efektif membantu mengendalikan gula darah yang tinggi pada pasien dengan diabetes tipe 2.

Dokter biasanya tidak akan memberikan obat ini bagi mereka yang memiliki diabetes tipe 1 dan diabetes ketoasidosis.

Beberapa contoh obat kencing manis golongan inhibitor SGLT2 adalah:

  • Dapagliflozin
  • Canagliflozin
  • Empagliflozin

8. Inhibitor alfa-glukosidase

Tidak seperti kebanyakan jenis obat diabetes lainnya, golongan obat inhibitor alfa-glukosidase tidak memberikan efek langsung pada sekresi atau sensitivitas tubuh terhadap insulin.

Sebaliknya, obat ini memperlambat pemecahan karbohidrat yang terdapat dalam makanan bertepung.

Alfa-glukosidase sendiri merupakan salah satu enzim yang memecah karbohidrat menjadi partikel gula lebih kecil yang disebut glukosa yang kemudian diserap oleh organ dan digunakan sebagai energi.

Saat penyerapan karbohidrat melambat, perubahan zat pati (tepung) dalam karbohidrat juga menjadi lebih lambat.

Hal ini memungkinkan proses perubahan pati menjadi glukosa berjalan perlahan-lahan.

Hasilnya, kadar gula darah menjadi lebih stabil.

Obat golongan ini akan memiliki efek terbaik jika diminum sebelum makan.

Beberapa obat diabetes yang masuk ke dalam golongan inhibitor alfa-glukosidase adalah:

  • Acarbose
  • Miglitol

Konsumsi obat kencing manis ini tidak menyebabkan gula darah rendah atau berat badan bertambah.

Namun, penggunaan obat ini bisa membuat Anda sering membuang gas dan mengalami efek samping masalah pencernaan.

Jika sering mengalaminya segera konsultasikan ke dokter untuk menyesuaikan dosis yang lebih aman.

(TribunPontianak.co.id/Mirna Tribun)

Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Ciri Ciri Diabetes Pada Laki - laki, Ini 8 Obat Diabetes Paling Ampuh di Apotik

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved