Breaking News:

Hasil Rontgen Korban Penembakan Dijual di NFT, Dokter Ini Kini Berhadapan dengan Hukum

Setelah beberapa waktu lalu di Indonesia ada yang menjual foto KTP di NFT, di Prancis ada dokter yang menjual hasil rontgen pasien penembakan

Editor: Renald
Tangkap Layar Twitter @bneiluj
Setelah beberapa waktu lalu di Indonesia ada yang menjual foto KTP di NFT, di Prancis ada dokter yang menjual hasil rontgen pasien penembakan 

TRIBUNBANTEN.COM - Maraknya NFT (Non-Fungible Tokens) nampaknya dapat membuat orang menjadi tak terkendali.

Setelah beberapa waktu lalu di Indonesia ada yang menjual foto KTP di NFT, di Prancis ada dokter bedah senior yang menjual hasil rontgen pasien penembakan.

Diketahui, pasien tersebut merupakan korban serangan di Bataclan, Paris, pada tahun 2015 lalu.

Gambar itu menujukkan sebuah peluru Kalashnikov bersarang di lengan bawah seorang pasien.

Ahli bedah ortopedi Emmanuel Masmejean, yang melakukan praktik di RS Umum Georges Pompidou pertama kali dilaporkan oleh situs Mediapart lantaran menjual hasil x-ray sebagai NFT.

Gambar itu menujukkan sebuah peluru Kalashnikov bersarang di lengan bawah seorang pasien.

Baca juga: Tak Main-main, Wanita Ini Beri Kado Buket Uang Senilai Rp 100 Juta

Baca juga: Makanan Khas Tahun Baru Imlek yang Dipercaya Bawa Hoki: Ikan hingga Jeruk

Seorang ahli bedah senior di Prancis harus berurusan dengan hukum setelah menjual hasil rontgen pasien penembakan sebagai NFT.
Seorang ahli bedah senior di Prancis harus berurusan dengan hukum setelah menjual hasil rontgen pasien penembakan sebagai NFT. (Tangkap Layar Twitter @bneiluj)

NFT tersebut dijual seharga $2.776 (Rp 39,8 juta) di platform OpenSea.

Dalam deskripsinya, dokter bedah itu menuliskan pasien memiliki "fraktur terbuka lengan kiri".

"(Pasien) mengalami patah tulang lengan kiri bawah dengan sisa peluru Kalachnikov di jaringan lunak," bunyi deskripsi pada laman OpenSea.

Atas tindakannya itu, Masmejean kini menghadapi tuntutan pidana dan pelanggaran etik.

Kepala rumah sakit umum Paris, Martin Hirsch, menyebut tindakan Masmejean sebagai skandal yang memalukan, dalam cuitannya pada Sabtu (22/1/2022).

"Tindakan ini bertentangan dengan praktik profesional yang sehat, membahayakan kerahasiaan medis, dan bertentangan dengan nilai-nilai AP-HP (rumah sakit Paris) dan layanan publik," cuit Hirsch.

Saat ditanya terkait hal ini oleh Mediapart, dokter Masmejean mengaku kejadian itu adalah kesalahan.

Ia juga menyesal tidak meminta izin kepada korban.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved