Update Erupsi Gunung Anak Krakatau, Hujan Abu Lebat Berpotensi Terjadi di Radius 2 Km dari Kawah

Berdasarkan pemantauan visual Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), ada indikasi erupsi yang terjadi adalah tipe magmatik.

Tayang:
Tangkapan layar web pos pantau GAK
Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau sebagaimana dilaporkan Kantor Pos Pantau Gunung Anak Krakatau pada Kamis (3/2/2022) sekitar pukul 16.15 wib. 

TRIBUNBANTEN.COM - Gunung Anak Krakatau erupsi hingga sembilan kali, Jumat (4/2/2022),

Tinggi kolom abu berkisar antara 800-1.000 meter di atas puncak dan warna kolom kelabu-hitam tebal.

Berdasarkan pemantauan visual Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), ada indikasi erupsi yang terjadi adalah tipe magmatik.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan hal itu sejalan dengan kegempaan vulkanik yang terekam.

Baca juga: Meletus 9 Kali, Gunung Anak Krakatau Masih Berpotensi Erupsi, PVMBG: Waspada Lontaran Lava Pijar

"Kegempaan Gunung Anak Krakatau telah terjadi sejak 16 Januari 2022- 4 Februari 2022," ujarnya melalui rilis yang diterima TribunBanten.com, Jumat malam.

Hal itu ditandai terekamnya gempa-gempa vulkanik dan gempa permukaan yang mengindikasikan adanya intrusi magma dari bawah ke permukaan secara bertahap.

Dari data pemantauan secara visual dan instrumental mengindikasikan Gunung Anak Krakatau masih berpotensi erupsi.

Potensi bahaya dari aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini dapat berupa lontaran lava pijar, material piroklastik, dan aliran lava.

Hujan abu lebat secara umum berpotensi di sekitar kawah di dalam radius 2 km dari kawah aktif.

Adapun hujan abu yang lebih tipis dapat menjangkau area yang lebih luas bergantung pada arah dan kecepatan angin.

Saat ini tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau ditetapkan pada Level II (Waspada), dengan rekomendasi agar masyarakat tidak mendekati dan beraktivitas di dalam radius 2 km dari kawah aktif.

Baca juga: 2 Peristiwa Alam Terjadi Dalam Satu Hari: Anak Krakatau Meletus, Lalu Gempa Guncang Bayah Banten

Abdul Muhari berharap masyarakat mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan Badan Geologi melalui PVMBG.

Saat ini beredar video-video erupsi Gunung Anak Krakatau pada 2018 yang seakan-akan merupakan kondisi saat ini.

BNPB mengimbau masyarakat tidak terpancing dan meneruskan berita-berita yang tidak benar dan tidak bertanggungjawab mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Selain itu, ikuti arahan dari instansi yang berwenang," ucapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved