Penyebaran Covid-19 di Provinsi Banten Capai 5.000 Kasus per Hari
Penyebaran Covid-19 di Provinsi Banten Capai 5.000 Kasus Perhari, Hal itu disampaikan Gubernur Banten, Wahidin Halim
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Ahmad Haris
Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Kasus harian penyebaran Covid-19 di Banten saat ini mencapai 5.000 perhari.
Hal itu disampaikan Gubernur Banten, Wahidin Halim seusai melakukan Video Conference (Vicon) bersama Presiden RI Joko Widodo di Pendopo Gubernur Banten, Senin (7/2/2022).
Gubernur Banten, Wahidin Halim mengatakan, Vicon tersebut membahas mengenai penanganan Covid-19 varian Omicron yang terjadi di seluruh Jawa dan Bali.
Baca juga: Diduga Ada yang Terpapar Covid-19, Sejumlah Sekolah SMA/SMK di Serang Gelar Pembelajaran Daring
Untuk mengetahui kesiapan infrastruktur, baik itu kesiapan rumah sakit, dokter dan juga vaksinasi.
Dilaporkan oleh gubernur WH, bahwa kasus harian penyebaran Covid-19 di Banten saat ini cukup tinggi.
"Banten ini 5000-an kasus per hari, lebih tinggi dari puncak varian Delta," ujar WH kepada awak media saat ditemui di Pendopo Gubernur Banten, Senin (7/2/2022).
Walaupun kasus hariannya tinggi, tetapi pasien yang tinggal di rumah sakit cukup rendah.
Menurutnya kasus penyebaran Covid-19 aktif kali ini, lebih tinggi ini dibandingkan dengan kasus varian Delta pada Juli 2021.
"Cuma tingkat hunian hospitalisasi yang dirawat rendah hanya 16 persen," kata dia.
Hal itu lantaran masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 lebih banyak melakukan isolasi mandiri.
Meski begitu, Pemprov Banten sudah siap dalam penanganan Covid-19 pada gelombang ketiga ini.
"Oksigen sudah siap, obat sudah siap, rumah sakit yang tadinya 2.000 tempat tidur ditambah jadi 2.950 tempat tidur," kata dia.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Kabupaten Serang Melonjak Hingga 100 Kasus, Pemkab Kembali Perketat Prokes
Di samping itu, Wahidin juga menyampaikan, terjadinya kenaikan kasus Covid-19 di Banten, disebabkan karena euforia masyarakat.
"Mereka merasa sudah aman, merasa sudah tidak sakit, kemudian ada aktifitas ekonomi dan lain sebagainya kemudian orang lupa."
"Lupa kalau masih ada varian yang baru," ungkapnya.
Selain itu, lonjakan terjadi karena masih banyak masyarakat yang kurang disiplin, dan kesadaran terkait penerapan protokol kesehatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ilustrasi-keterangan-positifnegatif-virus-corona.jpg)