News
Ayah Tega Rudapaksa 2 Anak Perempuannya, Satu Korban Usia 5 Tahun Meninggal Dunia
Seorang ayah asal Namrole tega merudapaksa dua anak perempuannya sekaligus hingga salah satu korban meninggal dunia.
TRIBUNBANTEN.COM - Seorang ayah asal Namrole tega merudapaksa dua anak perempuannya sekaligus hingga salah satu korban meninggal dunia.
Peristiwa tersebut terjadi di Namrole, Kabupaten Baru Selatan, Maluku.
Pria bernama Benry Nurlatu berusia 33 tahun merudapaksa dan menganiaya dua anak perempuannya yang masih berusia 5 dan 7 tahun.
Akibat perbuatannya, anak perempuannya yang masih berusia 5 tahun meninggal dunia.
Baca juga: Satpam di RS Rudapaksa Anak Pasien Rawat Inap Umur 13 Tahun, Ngaku Sudah 5 Kali Beraksi
Sebelum meninggal, korban berusia 5 tahun ini sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit, karena kondisinya yang sangat lemah.
Saat diperiksa oleh tim medis, terlihat hasil bahwa seluruh rongga mulut korban penuh jamur dan terdapat robekan hebat di bagian kemaluan dan anus korban.
Kasus tersebut segera dilaporkan ke pihak polisi pada 22 Januari 2022.
Saat itu juga sang ayah segera ditangkap, namun di hari yang sama, pelaku berhasil kabur dari polisi.
Hingga setelah 21 hari kabur dari kantor Polsek Namrole, pelaku akhirnya menyerahkan diri ke polisi pada Sabtu (12/2/2022).
Baca juga: Bejat! Ayah Kandung Rudapaksa Anaknya karena Miliki Paras Cantik, Ibu Korban Memilih Diam Gegara Ini
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat mengatakan pelaku menyerahkan diri ke kantor polisi setelah dia berkomunikasi dengan keluarganya.
"Pelaku sudah menyerahkan diri ke polisi. Dia menyerahkan diri sambil diantar oleh keluarganya ke kantor Polsek Namrole sekira Pukul 01.00 WIT dini hari tadi," kata Roem kepada Kompas.com, Sabtu.
Roem menjelaskan, pelaku memilih menyerahkan diri ke polisi pada dini hari karena takut diamuk oleh warga.
Setelah menyerahkan diri, pelaku langsung dibawa ke kantor Polres Pulau Buru di Namlea untuk diperiksa.
Baca juga: Rudapaksa Gadis di Bawah Umur, Empat Pemuda Mabuk Tuak di Cikande Nyaris Dihajar Massa
"Jadi daripada dia diamuk massa lebih baik dia serahkan diri di malam hari. Saat ini dia sudah di Polres Buru," katanya.
Hingga saat ini sejumlah Polwan dan petugas masih terus mendampingi JN (7), bocah yang menjadi korban pemerkosaan.
"Pelaku sudah ditahan tapi anggota masih berada di rumah korban untuk memberikan pendampingan untuk memulihkan trauma korban," katanya.