5 Negara yang Melarang Perayaan Hari Valentine, Dianggap Tabu serta Ilegal
Berikut beberapa negara yang Melarang Perayaan Valentine dan tidak menyambut Hari Valentine:
TRIBUNBANTEN.COM - Setiap tanggal 14 Februari identik dengan perayaan hari Valentine atau hari kasih sayang.
Namun tahukah kalian, ternyata terdapat beberapa Negara yang melarang Perayaan Hari Valentine.
Tepat pada hari esok, 14 Februari 2022 akan banyak masyarakat yang merayakan hari kasih sayang itu.
Tak jarang seseorang yang memanfaatkan moment Valentine untuk menyatakan perasaan cintanya atau menunjukan rasa sayang kepada kekasihnya.
Melansir dari TribunStyle.com, dalam sebuah survei Ipsos yang melibatkan 28 negara di dunia, 55 persen koresponden menyebut mereka berencana menghabiskan Hari Valentine bersama pasangan mereka.
Namun, tidak semua Negara menyetujui untuk merayakan Hari Valentine.
Dibeberapa Negara, merayakan Hari Valentine - hari peringatan martir Kristen St. Valentine - dianggap tabu bahkan ilegal.
Berbagai pihak di beberapa Negara mengkhawarirkan tentang budaya Valentine ini.
Baca juga: Alasan Cokelat Identik dengan Hari Valentine, Ternyata Sempat Dianggap Makanan Mewah
Hingga sebagian dari mereka membatasi perayaan tersebut bahkan membuat sebuah larangan hingga penangkapan massal.
Serta ancaman pernikahan paksa bagi yang merayakannya.
Berikut beberapa negara yang Melarang Perayaan Valentine dan tidak menyambut Hari Valentine:
1. Pakistan
Di Pakistan, perayaan Hari Valentine menimbulkan sebuah Pro dan Kontra.
Sebab, sekitar tahun 2016, Presiden Negara yang saat itu menjabat di Pakistan mendesak masyarakatnya untuk menghindari Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang.
Pada sekelompok siswa perempuan ia mengatakan bahwa Valentine tidak memiliki hubungan dengan budaya yang ada di Negaranya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/valentine-14-februari-2022.jpg)