Ukraina Minta Dukungan Indonesia: Dukunglah Kami, Merdeka atau Mati!
Kedutaan Besar Ukraina untuk Indonesia meminta dukungan pemerintah Indonesia.
TRIBUNBANTEN.COM - Kedutaan Besar Ukraina untuk Indonesia meminta dukungan pemerintah Indonesia.
Sejak Kamis 24 Februari 2022, Ukraina sedang menghadapi invasi militer dari Rusia.
Permintaan Ukraina itu disampaikan Kedubes Ukraina di Jakarta pada Rabu (2/3.2022).
"Rakyat Indonesia, keadaan saat ini sungguh berat dan menyakitkan bagi kami. Oleh karena itu, kami menunggu dukungan Anda. Kami berharap dapat mendengar suara Anda yang lantang dan berani dalam membela kami," tulisan dalam surat itu.
Baca juga: Presiden Ukraina Bebaskan Napi dengan Keterampilan Khusus untuk Terjun ke Medan Tempur Melawan Rusia
Surat itu menggambarkan kengerian perang yang terjadi sejak Kamis 24 Februari 2022. Mereka menyebut banyak warga sipil di Ukraina yang jadi korban.
"Serangan roket besar-besaran di daerah pemukiman kota, pemboman fasilitas infrastruktur, pembunuhan penduduk sipil Ukraina, serangan teroris di rumah sakit, panti asuhan, sekolah dan taman kanak-kanak,"
Meski dibombardir militer Rusia yang kekuatannya diakui dunia, Ukraina tidak akan menyerah, dan terinspirasi dari Indonesia yang mempertahankan kemerdekaannya 70 tahun lalu.
"Kami akan berdiri tegak dan meraih kemenangan. Namun dengan dukungan Anda (Indonesia), maka kemenangan dapat kami raih dengan lebih mudah, lebih pasti dan lebih cepat."
Menurut mereka, Indonesia merupakan bangsa yang kuat dan gagah, pejuang kebenaran dan kebebasan. Indonesia juga dipandang sebagai tulang punggung perdamaian dan keadilan di negara yang bebas dan demokratis.
Bangsa pewaris kerajaan-kerajaan besar Majapahit, Pajajaran, Sriwijaya, yang berhasil melumpuhkan para penjajah Mongol yang kala itu tak terkalahkan.
Baca juga: Rusia Gagal Taklukan Ukraina di Hari ke-5 Invasi, Pakar Nilai Putin Salah Perhitungan: Tak Menyangka
Indonesia juga dinilai sebagai penerus memori tentang perjuangan melawan para penjajah demi kemerdekaan dan kebebasan bangsa di abad 19-20.
Serta bangsa bijak yang mampu menepis rayuan tipuan komunis dan tak tunduk padanya.
"Anda unik dalam keragaman Anda, Anda bebas pula perkasa. Anda adalah pilar perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara. Suara Anda yang penuh keyakinan serta keteguhan terdengar jelas di Perserikatan Bangsa-Bangsa bahkan pelosok dunia nan jauh".
Sebab itu, Kedutaan Besar Ukraina kemudian meminta Indonesia untuk tidak berdiam diri melihat Ukraina terus mendapat gempuran dari Rusia.
"Saya percaya bahwa hari ini Anda tidak dapat mengelak dari tragedi sejarah modern yang mengerikan ini – yaitu serangan diktator Rusia, Putin, yang membawa malapetaka bagi negara Ukraina yang sejahtera."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/presiden-ukraina-volodymyr-zelensky-melakukan-pidato-kenegaraan.jpg)