Virus Corona
Waspada, Sudah 330 Kasus Omicron Siluman di Indonesia, Gejala Ringan Tapi Berbahaya Menular Cepat
Pada Kamis (3/3/2022), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengidentifikasi 330 kasus varian Omicron siluman.
TRIBUNBANTEN.COM - Hingga Kamis (3/3/2022), penambahan kasus Covid-19 di Indonesia meningkat karena Omicron dan juga Omicron siluman.
Total ada 5.667.355 kasus positif Covid-19 sejak pandemi pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.
Ada tambahan 37.259 kasus per 3 Maret 2022.
Jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia hingga 3 Maret 2022 mencapai 531.696 kasus, berkurang 5.127 kasus dibanding sehari sebelumnya.
Pada Kamis (3/3/2022), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengidentifikasi 330 kasus varian Omicron siluman.
Baca juga: Muncul Omicron Varian Siluman, Gejala Ringan tapi Sangat Berbahaya dan Menular Lebih Cepat
Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan kasus subvarian BA.2 itu didapatkan dari pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) pada sampel pasien Covid-19.
"Jumlah ini proporsinya masih kecil kalau dibandingkan dengan BA.1.1, BA.1 sekitar 5.000-an kasus," katanya kepada Kompas.com, Kamis.
Gejala Omicron siluman
Dilansir dari Kompas.com, gejala Covid-19 akibat Omicron siluman ini tidak berbeda dari varian Omicron biasa.
Nadia pun membeberkan beberapa gejala Omicron siluman yang paling banyak dikeluhkan pasien, di antaranya:
Sakit tenggorokan
Demam
Pilek atau hidung meler
Tubuh terasa pegal dan meriang
Ciri-ciri Omicron siluman tetap menunjukkan gejala yang ringan. Namun, bukan berarti virus ini tidak berbahaya.
Virus Omicron siluman ini sangat berbahaya dan sangat menular.
Mengutip NPR, Omicron siluman memang membuat data seolah terjadi perlambatan kenaikan kasus.
Namun, para ahli di Amerika Serikat menduga justru varian Omicron siluman ini akan meningkatkan kebutuhan orang terhadap respirator dan angka kematian akan kembali meningkat.
Siapa yang rentan terkena Omicron siluman?
Baca juga: Gejala Omicron Siluman, Varian Terbaru yang Sangat Cepat Menular dan Bisa Menembus Sistem Imun
Infeksi Omicron siluman bisa menyerang siapa saja, bahkan orang yang sudah mendapatkan vaksin lengkap.
Namun, data menunjukkan bahwa orang yang sudah mendapatkan dosis vaksin lengkap hanya mengalami gejala ringan saja, dibandingkan orang yang belum atau baru satu kali vaksin.
Omicron sendiri memiliki kemampuan menyerang orang yang telah mendapatkan vaksin.
Tapi Omicron siluman ini memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menembus sistem imun.
WHO juga menambahkan bahwa orang yang sudah terkena Omicron BA.1 juga tetap bisa terkena reinfeksi.
Namun, WHO meyakini bahwa orang yang sudah terkena Omicron BA.1 memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik terhadap infeksi subvarian Omicron siluman.
Sumber: Kontan.co.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/petugas-medis-melakukan-rapid-test.jpg)