Polisi Ungkap Perbedaan Kasus Indra Kenz dan Doni Salmanan, Berikut Penjelasannya

Berbeda dengan Indra Kenz, Doni Salmanan menggunakan aplikasi bernama Quotex untuk melakukan investasi bodong itu.

Editor: Anisa Nurhaliza
Tangkap layar Instagram @donisalmanan.official
Doni Salmanan berfoto dengan kendaraan mewah miliknya. 

"Di awal tahun 2020 sayapun sudah mengklarifikasi dan membuat pernyataan baru yg menyatakan platform binary option tersebut ilegal." lanjutnya.

Bahkan karena pernyataannya tersebut berujung pada Indra Kenz dilaporkan ke pihak polisi terkait kasus dugaan penipuan lewat aplikasi judi online Binomo.

Atas laporan tersebut Indra Kenz bersedia mengikuti proses hukum yang berlaku di Indonesia.

"Sebagai warga negara yg baik, saya akan tetap kooperatif dan mengikuti proses hukum yg ada untuk menyelesaikan permasalahan ini. Terima Kasih" kata Indra Kenz.

Lebih lanjut, Ia menuturkan setalah melakukan pertemuan dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan dan Satgas Waspada Investasi.

Lantas, Indra Kenz memutuskan menghapus untuk konten-konten yang berkaitan dengan binary option.

Sebagai informasi, binary option adalah bentuk trading online untuk memprediksi dan menebak naik turunnya sebuah harga aset dalam jangka waktu tertentu.

"Melalui tulisan ini saya ingin menginformasikan, beberapa waktu yg lalu saya sudah menghadiri pertemuan dengan Bappebti dan Satgas Waspada Investasi," tulis Indra Kenz.

"Setelah pertemuan tersebut saya memutuskan untuk menghentikan dan menghapus semua konten yg berkaitan dengan binary option," lanjutnya.

Indra Kenz menjelaskan awal mulanya bisa membuat konten berkaitan tentang binary option.

"Awal saya mengenal binary option karena menonton iklan di youtube. Saya mulai aktif menggunakan platform binary di tahun 2018, lalu kemudian membuat konten binary di tahun 2019," ujar Indra Kenz.

"Konten pertama saya tentang binary option di upload di tahun 2019 saat subscriber saya masih berjumlah 3.000 subscriber."

"Singkat cerita channel tersebut akhirnya berkembamg sampai sekarang hingga mencapai 1 Juta subsciber dengan konten edukasi, crypto, saham serta binary option juga," imbuhnya.

Selain itu, pada akhirnya Indra Kenz meminta maaf atas pernyataan yang telah diucapkannya.

Ia mengungkapkan tujuan awalnya mmebuat konten tersebut untuk berabagi pengalaman saja.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved