Breaking News:

Virus Corona

Naik Pesawat dan Kereta Api Tak Wajib Tes Covid-19, Ini Syaratnya

Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali akan berlangsung mulai 8-14 Maret 2022.

Editor: Glery Lazuardi
HANDOUT
Peluncuran Kereta Api (KA) jarak jauh Baturaden Ekspres relasi Purwokerto-Bandung via Cikampek, di Stasiun Purwokerto, Jumat (25/6/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali akan berlangsung mulai 8-14 Maret 2022.

Selama periode itu, pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan pada PPKM Jawa-Bali.

Di antaranya terkait perjalanan domestik yang menggunakan transportasi umum.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan
penumpang transportasi darat, laut dan udara nantinya tidak lagi harus menyertakan hasil tes negatif Covid-19.

Menurut dia, aturan baru perjalanan ini akan ditetapkan pada surat edaran yang diterbitkan kementerian atau lembaga terkait.

"Pelaku perjalanan domestik dengan transportasi darat, laut, dan udara yang sudah melakukan vaksinasi dosis kedua dan lengkap, tidak perlu menunjukkan bukti tes antigen dan PCR negatif, " kata Luhut dalam keterangan pers dikutip dari YouTube Setpres, Senin (7/3/2022).

Baca juga: PPKM Jabodetabek Kembali ke Level 2

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa kondisi Pandemi Covid-19 terus menunjukan perbaikan.

DKI Jakarta dan Surabaya kini turun ke level 2 PPKM karena jumlah kasus yang terus menurun.

"Saat ini aglomerasi Jabodetabek dan Surabaya Raya kembali masuk ke level 2 dikarenakan penurunan kasus konfirmasi harian dan juga rawat inap rumah sakit, terkait detil informasi ini akan tertuang dalam inmendagri yang akan keluar hari ini," kata Luhut dalam konferensi pers virtual yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Senin, (7/3/2022).

Luhut mengatakan berdasarkan data yang dievaluasi pemerintah, tren kasus harian Covid-19 nasional menurun sangat signifikan.

Turunnya kasus harian dibarengi dengan turunnya jumlah rawat inap dan tingkat kematian.

"Secara khusus perlu kami informasikan bahwa kondisi tren penurunan kasus konfirmasi harian terjadi di seluruh provinsi di Jawa dan Bali bahkan tingkat rawat inap di rumah sakit seluruh provinsi Jawa Bali juga telah menurun terkecuali DIY, Namun DIY, kami perkirakan akan turun dalam beberapa hari ke depan ini," katanya.

Baca juga: PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Sepekan hingga 28 Februari 2022, Banten Masuk Level 3

Secara spesifik Luhut mengatakan jumlah kematian di Provinsi DKI Jakarta, Bali dan Banten telah mengalami penurunan.

Pemerintah memprediksi dalam waktu dekat, penurunan juga terjadi di provinsi lain, mengingat kasus kematian adalah lagging indikator.

"Seiring perbaikan situasi pandemi covid-19 semakin hari semakin baik maka sejumlah kabupaten kota yang kembali masuk ke level 2 meningkat cukup signifikan," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved