Mengenal Kuliner Bontot Ikan Payus, Khas Domas, Kabupaten Serang

Mengenal Kuliner Bontot Ikan Payus, Khas Domas, Kecamatan Pontang Kabupaten Serang

Penulis: desi purnamasari | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Desi Purnamasari
  Muslihah, salah seorang pembuat makanan bontot 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Berkunjung ke Desa Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, perlu mencoba menikmati kelezatan bontot.

Makanan berbahan dasar ikan payus ini menjadi sebagai oleh-oleh khas Serang, Banten.

Nama bontot, memiliki arti anak bungsu dalam bahasa Sunda. Bontot dianalogikan pada potongan paling akhir dari adonan kerupuk ikan di mesin pemotong kerupuk.

Baca juga: Kuliner Khas Serang Bontot, Terasa Ikannya dan Cocok Untuk Sajian Berbuka Puasa

Muslihah salah seorang pembuat bontot mengatakan bahwa resep bontot yang dibuatnya memang hasil dari turun temurun keluarganya.

Bahkan ia juga mengatakan bahwa mayoritas masyarakat domas memang memproduksi bontot atau berbagai olahan dari ikan payus.

"Memang turun temurun kalau disini. Ibu saya juga dulu buat, tapi kalau dulu baut dikonsumsi sendiri aja," katanya saat ditemui dikediamannya, Sabtu (26/3/2022).

Perempuan 57 tahun tersebut mengatakan bahwa bahan dasar olahan bontot hampir sama dengan empek-empek hanya saja bontot khas domas ini memiliki cita rasa berbeda dari ikan payusnya.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa bahan adonan bontot dapat dibuat menjadi beberapa makanan, diantaranya dapat menjadi kerupuk, dan cireng.

Bontot cocok dengan berbagai bumbu berkuah. Rasanya mirip pempek, namun memiliki tekstur lebih kenyal.

Dipotong dadu, tercium aroma merica, dari seporsi bontot.

Saat digigit, teksturnya renyah, namun saat dikunyah terasa kenyal. Sensasi gurih dan pedas terasa lantaran bumbu lada hitam amat meresap.

Bontot bisa dikombinasi dengan bumbu lain. Tidak hanya sambal atau bumbu sambal kacang.

Perempuan berkerudung ini ialah generasi  penerus pembuatan bontot. Mulanya bontot hanya dibuat untuk dikonsumsi sendiri.

Namun pada 2010, ia memutuskan mendirikan porduksi sendiri bersama dengan suami dan anak-anaknya guna memproduksi bontot.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved