Harga Pertamax Naik, Modal Kulakan Penjual Eceran Membengkak Hingga Kurangi Pembelian
Harga Pertamax Naik, Modal Kulakan Penjual Eceran Membengkak Hingga Kurangi Pembelian
Penulis: desi purnamasari | Editor: Ahmad Haris
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari
TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Sejumlah pedagang bahan bakar minyak (BBM) eceran di Kabupaten Serang mengaku modal kulakan untuk Pertamax jadi membengkak.
Mengingat kabar naiknya harga Pertamax menjelang momentum Ramadan dan Lebaran 2022.
Mereka mengaku langsung menyesuaikan harga jualnya.
Namun hal ini menurut sejumlah pedagang terlalu mahal.
Baca juga: Pertalite Langka, Harga Pertamax Naik, Tukang Ojek: Kebutuhan Meningkat Penghasilan Sekarat!
Hal tersebut diungkapkan Husen salah satu pedagang Pertamax dan Pertalite eceran di Desa Pamarayan, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang.
"Kalau saya sebagai penjual sebenernya hanya menyesuaikan harga saja," ungkapnya saat ditemui di lapaknya, Sabtu (2/4/2022).
Akan tetapi, menurutnya hal ini untuk sosial dan ekonomi, kenaikan harga Pertamax pasti memberatkan pelanggan, karena BBM kan sudah jadi kebutuhan.
Adanya harga Pertamax naik, pria 57 tahun ini mengaku tetap kulak Pertamax tapi akan mengurangi kuantitasnya.
Ia juga memperkirakan pembeli Pertamax di warungnya akan turun jika harga dinaikkan.
"Tetap beli pertamax tapi kemungkinan engga banyak belinya, pasti pembeli juga akan berkurang kalau naik begini harga pertamaxnya,"katanya.
Sebelum harganya naik, menurut Husen dengan uang Rp270 ribu ia bisa mendapat 30 liter Pertamax.
Namun, kini naik 100 persen untuk bisa mendapatkan jumlah yang sama.
"Kemarin kulakannya 30 liter Rp270 ribu sekarang jadi Rp375 ribu. Jadi bertambah besar modalnya," ujarnya.
Husen mengaku sehari-hari pembeli Pertamax di lapaknya maksimal lima botol.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/bbm-pertamax-eceran.jpg)