Breaking News:

Heboh Vonis Munarman, Diputus 3 Tahun Penjara Terkait Kasus Terorisme, Sudah Adilkah?

Mantan tokoh Front Pembela Islam (FPI), Munarman, divonis tiga tahun penjara setelah dinyatakan bersalah melanggar Pasal 13 huruf c

Editor: Glery Lazuardi
Instagram @cetul.22
Mantan Sekretaris Front Pembela Islam (FPI), Munarman ditangkap anggota Densus 88 terkait dugaan terorisme, Selasa (27/4/2021) 

TRIBUNBANTEN.COM - Mantan tokoh Front Pembela Islam (FPI), Munarman, divonis tiga tahun penjara setelah dinyatakan bersalah melanggar Pasal 13 huruf c Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018.

Seperti dilansir dari Kompas.com, bunyi Pasal 13 huruf c Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, “menyembunyikan informasi tentang tindak pidana terorisme”.

Vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum, yakni delapan tahun penjara.

Jika melihat pada vonis itu, praktisi hukum, C Suhadi, menilai Majelis Hakim tidak sependapat dengan Tuntutan JPU yang menerapkan pasal pokok, 7 dan 15 UUT.

Dan dari putusan pada bagian pertimbangan, kata dia, Munarman tidak terbukti sebagai “dalang“ dan aktor intelektual dari upaya upaya terorisme di Indonesia.

"Hal ini tergambar dari pertimbangan Majelis Hakim bahwa terdakwa sempat diusir pada suatu kegiatan akbar yang dipelopori ISIS disebuah Perguruan Tinggi," ujar Suhadi.

Baca juga: Ketua Umum Relawan Jokowi Mania Dicopot dari Komut Anak Usaha BUMN, Gegara Bela Munarman?

Itu artinya, majelis hendak menarasikan Munarman bukan bagian dari kelompok teroris, namun ada di kelompok itu.

Kemudian dari kasus ini, apakah Pengadilan Negeri Jakarta Timur salah dalam menerapkan pasal 13 A, dan mengesampingkan pasal 7 dan 15 yang ancaman hukuman seumur hidup kepada terdakwa.

"Tentunya tidak karena penerapan pasal alternatif adalah bagian dari perkara yang menjerat terdakwa sehingga Majelis Hakim boleh mengambil pasal - pasal apa yang di surat dakwaan yang tentunya dikaitkan dengan fakta - fakta persidangan," kata dia.

Memang menjadi rancu di sini, kenapa ada pasal pokok yang menjerat terdakwa di pasal 7 dan 15, dan pasal ini telah pula di jadikan dasar untuk menuntut Terdakwa dengan Tuntutan 8 tahun penjara.

Dia menjelaskan, itu artinya pasal 7 dan 15 telah mempunyai landasan hukum untuk menjerat Terdakwa sebagai Pelaku Teroris.

"Jujur ada ketidak adilan dari kasus ini, karena seharusnya Majelis Hakim tidak hanya terpaku pada fakta fakta persidangan yang selalu menguntungkan Terdakwa, karena bisa saja (dugaan,-red) keadaan itu sudah dibungkus sedemikan rupa demi melepaskan sang tokoh, akan tetapi lebih mengukur pada rasa keadilan yang hidup dan berkembang di masyarakat," kata dia.

Baca juga: Jadi Saksi yang Ringankan Hukuman Munarman, Ketua Relawan Jokowi Mania Dicopot dari Komisaris BUMN

Pertama, FPI sudah dibubarkan dan dinyatakan sebagai organ terlarang

Kedua, FPI dimana Munarman adalah tokoh penting diorgan itu telah mendukung ISIS, yang selama ini menjadi musuh bangsa.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved