Breaking News:

Sidak Pedagang Takjil di Pasar Rau, BPOM Serang Temukan Makanan Diduga Mengandung Formalin

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Serang mengambil 23 sampel bahan makanan untuk takjil buka puasa di Pasar Induk Rau Kota Serang, Senin

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/AHMADTAJUDIN
Dua jenis makanan takjil di pasar Rau Kota Serang Positif Positif Rhodamin B dan Pormalin 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - BPOM)'>Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) Kota Serang mengambil 23 sampel bahan makanan untuk takjil buka puasa di Pasar Induk Rau Kota Serang, Senin (11/4/2022).

Upaya itu dilakukan dalam rangka intensifikasi pengawasan pangan dan pengawasan takjil selama bulan Ramadan.

Badan POM Serang bersama tim gabungan dari Dinkopukmperindag dan Dinas Kesehatan Kota Serang melakukan kegiatan pengawasan sejumlah bahan pangan dan bahan takjil.

23 sampel bahan makanan untuk takjil buka Puasa itu seperti bakso ikan, otak-otak, kwetiau, kolang-kaling, agar, cincau hitam, cendol, pacar cina, tahu putih, terasi merah, teri nasi dan sejumlah bahan lainnya.

Baca juga: BPOM Uji Sampel Takjil Berbuka Puasa di Pasar Induk Rau

Kepala Plt. Badan POM Serang, Faisal Mustafa Kamil, mengatakan dari 23 produk itu disinyalir masih ada yang menyalahgunakan zat berbahaya.

"Dari 23 jenis barang yang disampling hari ini ada dua yang positif, yaitu terasi dan kwetiau," ujarnya kepada awak media.

"Terasi mengandung positif rhodamin B dan kwetiau mengandung positif formalin," sambungnya.

Hasil pemeriksaan itu, kata dia, masih perkiraan sementara.

Untuk lebih lanjutnya, pihaknya akan membawa sampel tersebut ke kantor untuk diuji kembali.

Apakah memang benar mengandung positif rhodamin B atau pormalin.

"Kita belum bisa putuskan ini positif atau tidak," katanya.

Baca juga: Kopi Mengandung Viagra dan Paracetamol Diungkap BPOM, Bahayakah?

Sehingga perlu diuji kembali melalui lab yang ada di kantor BPOM Serang.

Dikatakan Faisal, makanan yang mengandung positif rhodamin B atau pormalin itu sangat berbahaya.

"Untuk jangka panjang kalau mengandung positif rhodamin B atau pormalin bisa menyebabkan kangker, gagal ginjal kerusakan hati dan lain-lain," katanya.

Nantinya apabila sejumlah makanan ini telah diuji lab, dan kemudian hasilnya positif zat berbahaya.

Baca juga: Tips Memilih Kolang Kaling yang Bagus dan Bebas Formalin, Serta Cara Mengolahnya agar Tak Berlendir

Maka pihaknya akan menelusuri itu dan menindaklanjuti dari temuan tersebut.

"Nanti pedagangnya kita telusuri dapatnya dari mana, teman kita akan menindaklanjuti itu. Kalau hasilnya positif akan kita tarik produknya," tambahnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved