Mudik Lebaran 2022 Berpotensi Naik, Pemprov Banten Susun Strategi
Pihak Pemerintah Provinsi Banten mempersiapkan lonjakan arus mudik-balik di Lebaran 2022.
TRIBUNBANTEN.COM - Pihak Pemerintah Provinsi Banten mempersiapkan lonjakan arus mudik-balik di Lebaran 2022.
Pemprov Banten sebagai koordinator wilayah bertanggung jawab guna kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
Baca juga: 18 Kapal Patroli Siaga Pengamanan Mudik di Banten
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo mengatakan pihaknya berkoordinasi kepada masing-masing operator yang menangani Pelabuhan Merak dan Tol Tangerang-Merak.
Hal itu dilakukan untuk memastikan kelancaran para pemudik, baik yang menuju Provinsi Banten maupun yang melintas ke Pelabuhan Merak menuju wilayah Sumatera dan sekitarnya.
"Koordinasi dengan Pemerintah Pusat serta seluruh stakeholder terkait sudah dilakukan guna mengantisipasi terjadinya lonjakan pemudik," katanya, Rabu (13/4/2022).
Baca juga: Mudik Lebaran 2022, Benarkah Pakai Roof Box Bisa Dikenakan Sanksi Tilang? Ini Penjelasan Polisi
Tri melanjutkan, berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, masyarakat akan melakukan mudik melonjak seluruh Indonesia mencapai 80 juta.
Dengan perjalanan mudik didominasi di Pulau Jawa dan Sumatera.
Provinsi Banten sebagai daerah penghubung utama antara Jawa dan Sumatera, akan mendapat limpahan pemudik yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Merak.
Maka dari itu, Pemprov Banten sudah menyiapkan beberapa skenario termasuk mempersiapkan full team untuk bertugas di titik-titik yang akan ditentukan nanti.
"Untuk mengurangi penumpukan antrean di Pelabuhan Merak, akan dilakukan pengaturan dengan memanfaatkan jalan Cikuasa Atas untuk kantong parkir kendaraan yang akan menuju pelabuhan merak dan kendaraan yang prioritas akan lewat jalan bawah," ujarnya.
Baca juga: Warga Tangerang Bisa Mudik Gratis ke-14 Kota Tujuan, Berikut Syaratnya
Sedangkan untuk meningkatkan kapasitas angkut penyeberangan merak pada kondisi sangat padat, pihak BPTD akan mengoperasikan kapal dengan kapasitas besar dan menambah trip perjalanan kapal.
"Jika dalam kondisi normal dalam sehari itu hanya terdapat 124 trip, maka di musim mudik lebaran itu kami minta ditambah mencapai 140 trip setiap harinya," ungkapnya.
Dikatakan Tri, mekanisme pengawasan arus mudik lebaran tahun ini akan berbeda dari dua tahun sebelumnya.
Di mana kala itu pihaknya difokuskan pada pengawasan di daerah-daerah perbatasan seperti Kecamatan Cilograng dan juga Gajrug yang berbatasan langsung dengan Sukabumi dan Bogor, maka tahun ini berbeda.
"Tahun ini kita akan fokuskan terhadap penanganan jalur tengah atau tol yang banyak dilalui oleh pemudik dibandingkan jalur arteri yang biasanya hanya pemotor saja," ucap Tri.
Baca juga: Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran, 4 Unit Ambulans Motor Disiagakan di Pelabuhan Merak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/calon-penumpang-di-pelabuhan-merak.jpg)