157 Kasus Kekerasan Dialami Anak dan 141 Kasus Kekerasan Dialami Perempuan di Banten

Hingga Maret 2022, tercatat ada 298 kasus kekerasan yang dialami perempuan dan anak di Banten.

TribunBanten.com/Ahmad Tajudin
Kepala DP3AKKB Provinsi Banten, Siti Ma'ani Nina, di Pendopo Gubernur Banten, Kamis (21/4/2022). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin


TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Hingga Maret 2022, tercatat ada 298 kasus kekerasan yang dialami perempuan dan anak di Banten.

Kepala DP3AKKB Provinsi Banten, Siti Ma'ani Nina, mengatakan angka itu terdiri atas 157 kasus dialami anak-anak dan 141 kasus dialami dewasa.

"Angkanya berbeda-beda di setiap kota dan kabupaten di Provinsi Banten," ujarnya saat peringatan Hari Kartini Ke-144 di Pendopo Gubernur Banten, Kamis (21/4/2022).

Baca juga: Kekerasan Anak dan Perempuan Banyak Terjadi di Wilayah Perdesaan, UPTD PPA Lebak Ungkap Penyebabnya

Kekerasan itu berupa fisik, psikis, seksual, perdagangan, serta penelantaran.

Menurut Nina, perempuan mengalami permasalahan besar, yaitu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Adapun kasus yang dialami anak-anak adalah pelecehan seksual.

Menurut Nina, kasus yang terjadi saat ini bukan terkait berapa meningkat atau tidaknya.

Meningkat ataupun tidak meningkat, kata dia, bukanlah sebuah ukuran.

"Tapi yang paling penting, masyarakat harus menyadari bahwa dia punya hak pemenuhan. Apabila dia mendapatkan kasus, kita dapat melayaninya," ucapnya.

Kasus kekerasan tidak bisa diprediksi karena terkadang pelakunya adalah orang terdekat.

"Kadang ada di rumah, kantor, sekolah, ruang terbuka, sehingga harus kita waspadai," ujarnya.

Baca juga: Miris! Awal Tahun 2022, Kasus Kekerasan Anak & Perempuan di Lebak Didominasi Oleh Kejahatan Seksual

Menurut Nina, pemerintah hadir dengan program-program, seperti  konsultasi kesehatan dan mental jiwa.

Untuk menanggulangi kasus kekerasan yang terjadi di Banten, bagaimana supaya aparat penegak hukum, yaitu Polda Banten, Kejati, Kemenkumham, dan Kemenag bersama-sama.

"Apalagi peran penting kaum perempuan yang saat ini berada di elite politik, yudikatif, eksekutif ataupun istri pejabat supaya bisa ikut berperan," ucap Nina.

 

 

 

 

 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved