Breaking News:

Pemkab Serang Sampaikan 3 Raperda, Salah Satunya Raperda Pelestarian Budaya dan Adat Istiadat

Pemkab Serang Sampaikan 3 Raperda, Salah Satunya Raperda Pelestarian Budaya dan Adat Istiadat

Penulis: desi purnamasari | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Wakil Bupati Pandji Tirtayasa berfoto bersama pimpinan DPRD Kabupaten Serang. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Pemerintah Kabupaten Serang mengikuti Rapat Paripurna Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), yang berasal dari Bupati Serang, pada Rabu (25/5/2022).

Rapat paripurna DPRD Kabupaten Serang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Serang, Bahrul Ulum.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayas menyampaikan 3 Raperda Kabupaten Serang, yang akan dibahas menjadi PERDA.

Baca juga: Raperda Desa Wisata dan Pendanaan Pendidikan Pesantren Prakarsa DPRD Didukung Pemkab Serang

Di antaranya yakni, Raperda pembentukan dan penyusunan perangkat daerah Kabupaten Serang, dan Raperda pelestarian budaya dan adat istiadat, dan Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) di kabupaten serang.

Menurut Pandji, aset tidak harus berupa fisik, tidak berupa harus berubah bentuk, tempat atau lokasi.

"Akan tetapi seni dan budaya pun itu harus kita jaga sebagai aset kita. Budaya di Kabupaten Serang tidak boleh punah itu harus kita jaga," katanya usai melangsungkan Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Serang.

Menurutnya, hal ini juga menjadi tugas bersama dalam melestarikan budaya.

Maka dibuatlah atas nama daerah, mengajukan usulan tentang pelestarian aset budaya.

Dengan harapan, nanti menjadi dorong guna dapat bisa melakukan petasan seni ke tingkat nasional.

"Kita punya seperti misalnya ubrug, debus, nah itu kita akan kemas sedemikian rupa, sehingga bisa ditampikkan di pentas nasional nantinya. Agar dapat lebih dikenal kembali," katanya

Baca juga: Tiga Raperda Kota Serang Disetujui Provinsi Banten, Berikut Daftarnya

Menurut Pandji, kondisi saat ini seolah-olah belum terjaga, dan belum terpeliharanya seni budaya, dan aset-aset masih belum bisa dijual dalam pementasan seni nasional.

"Sebetulnya itu menjadi kekayaan daerah kita. Dan nanti bisa jadi masukkan sebagai mata pelajaran ekstrakurikuler di sekolah-sekolah, agar dapat dikenalkan ke generasi muda," katanya.

Pandji, bisa minta bantuan dan bekerjasama dengan PHRI, untuk dapat menampilkan budaya lokal bagi tamu-tamu hotel.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved