Bendera Rusia Berkibar di Pintu Masuk Kota Mariupol Ukraina

Bendera Negara Rusia Berkibar di Pintu Masuk Mariupol Negara Ukraina, pertemputan masih berlanjut di sejumlah kota di Ukraina.

Editor: Ahmad Haris
Grafis Tribunnews
Bendera Rusia berkibar di Kota Mariupol Ukraina 

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah tanda kota baru yang dicat dengan warna bendera Rusia diresmikan di pinggiran Mariupol, menggantikan sebuah monumen yang berwarna biru dan emas Ukraina.

Dilansir dari Al Jazeera, bendera Rusia juga dikibarkan di jalan raya menuju kota pelabuhan, yang sekarang sepenuhnya berada di bawah kendali pasukan yang didukung Moskow.

Menurut otoritas yang didirikan Kremlin, pelabuhan itu sekarang siap beroperasi seperti biasa dan digunakan untuk mengirim barang ke dan dari Rusia.

Baca juga: Kemenhan Inggris Prediksi Rusia Bakal Gunakan Senjata Lebih Mematikan dalam Perang di Ukraina

Baca juga: Sanki Barat untuk Rusia Malah Jadi Bumerang, Bikin Harga BBM di AS Naik Jadi Rp 73 Ribu Per Galon

Sementara, pertempuran sengit masih terus berlanjut di kota strategis Severodonetsk di Ukraina timur.

Mengutip Tribunnews.com, situs tersebut digunakan warga sipil untuk berlindung di tengah intensnya pengeboman.

Penembakan oleh pasukan Rusia menyebabkan kebakaran di pabrik kimia tersebut.

Dilansir The Guardian, Gubernur wilayah Luhansk Serhiy Haidai mengatakan dalam sebuah wawancara dengan televisi lokal bahwa pabrik kimia Azot tetap berada di bawah kendali Ukraina.

Haidai menambahkan bahwa pertempuran yang berlangsung pada Minggu (12/6/2022) di "pinggiran kota, di jalan-jalan langsung dekat pabrik" .

Pasukan Rusia juga meledakkan sebuah jembatan di atas Sungai Donetsk Siverskyi.

Lokasi tersebut merupakan jalur evakuasi yang mungkin dari Severodonetsk ke Lysychansk.

Baca juga: Akhirnya! Vladimir Putin Akui Operasi Militer di Ukraina adalah Perampasan Wilayah, Begini Katanya

Baca juga: Puluhan Jet Tempur NATO Wira-wiri di Langit Rusia, Vladimir Putin Malah Anggap Remeh!

Haidai menuturkan tembakan artileri menewaskan seorang wanita dan menghancurkan empat rumah.

Severodonetsk telah menjadi titik fokus dari upaya Moskow untuk membuat kemajuan di Ukraina timur.

Serangan Rusia mengalihkan fokus mereka untuk merebut wilayah Luhansk dan Donetsk, yang secara kolektif dikenal sebagai Donbas, setelah kegagalan mereka untuk segera merebut ibukota Ukraina, Kyiv.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved