Breaking News:

Virus Corona

Tren Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Gejala Pasien Omicron Ba.4 dan BA.5, Bukan Demam dan Batuk

Sakit kepala menjadi gejala yang paling sering dialami pasien terinfeksi Covid-19 subavarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Editor: Glery Lazuardi
Freepik via Tribunnews.com
Tren kasus Covid-19 di Indonesia meningkat. Berdasarkan catatan pada Minggu (3/7/2022), jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia, bertambah sebanyak 1.614 orang. 

TRIBUNBANTEN.COM - Tren kasus Covid-19 di Indonesia meningkat.

Berdasarkan catatan pada Minggu (3/7/2022), jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia, bertambah sebanyak 1.614 orang.

Sehingga, total kasus baru Covid-19 di Indonesia berjumlah 6.093.917 kasus.

Kementerian Kesehatan mendeteksi subvarian baru Covid-19, yaitu Omicron BA.4 dan BA.5.

Sejak 6 Juni 2022, terdapat empat kasus varian baru Covid-19 Omicron BA.4 dan BA.5.

Baca juga: Penyebaran Covid-19 di Banten Melonjak, dari 20 Langsung ke 50 dan Kini 300 Kasus per Hari

Gejala paling banyak dilaporkan adalah sakit kepala. Ini berdasrkan aplikasi studi COVID ZOE.

Diketahui, lebih dari dua per tiga pasien Covid-19 mengalami sakit kepala sebelum menjalani tes dan beroleh hasil positif COVID-19.

Beberapa pasien menderita sakit kepala lebih dulu sebelum mengalami kesulitan bernapas.

Studi ini mengungkap potensi seseorang terpapar subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 setelah pernah terinfeksi Omicron BA.1 atau BA.2.

Namun umumnya, kasus reinfeksi tersebut tidak terjadi dalam waktu kurang dari tiga bulan pasca infeksi pertama.

Dikutip dari Mirror News UK, pemimpin aplikasi ZOE Health Study Prof Tim Spector, memastikan ada banyak orang yang terkena COVID di awal tahun yang mendapatkannya lagi.

"Termasuk beberapa dengan BA4 atau BA.5 yang sebelumnya pernah terinfeksi BA.1 atau BA.2 (dalam waktu) hanya empat bulan yang lalu, siapa yang mengira mereka akan dilindungi," tuturnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved