Breaking News:

Bupati Lebak Sarankan Masyarakat Agar Tidak Pilih Hewan yang Terindikasi PMK untuk Kurban

Kabupaten Lebak menjadi daerah ketiga di Banten dengan kasus Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK tertinggi.

Penulis: Nurandi | Editor: Ahmad Haris
Nurandi/TribunBanten.com
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya. Ia menyarankan, agar masyarakat tidak menjadikan hewan yang terindikasi PMK dijadikan kurban. 

Laporan Wartawan Tribun Banten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Kabupaten Lebak menjadi daerah ketiga di Banten dengan kasus Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK tertinggi

Saat ini, dari data sementara Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lebak, total 306 hewan ternak terdampak PMK dan 2 hewan ternak mati.

Menanggapi kasus PMK yang tinggi, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan, agar masyarakat tidak memilih hewan yang terindikasi PMK untuk dijadikan hewan kurban.

Baca juga: Peternak di Lebak Kebanjiran Orderan Kambing Jelang Idul Adha 2022, Cek Harganya di Sini

"Jadi yang terindikasi juga kalo bisa jangan ya, jadi kan ada kualifikasinya. Mana yang diperbolehkan untuk dijadikan hewan kurban," katanya saat ditemui di Pendopo Bupati Lebak, Rabu (6/7/2022).

Bupati juga menyebutkan, bahwa sebaran PMK terbanyak ada dua kecamatan di Kabupaten Lebak.

"Memang di daerah kita ini cukup banyak, terutama di daerah Kecamatan Wanasalam dan Kecamatan Malingping," ujarnya.

Saat ini, pemerintah Kabupaten Lebak melalui Disnakeswan Lebak terus melakukan pemantauan lapangan, untuk edukasi PMK ke setiap penyedia hewan ternak.

Dari banyaknya hewan ternak yang terkena dan terindikasi PMK di Lebak, semuanya didominasi oleh sapi dan kerbau.

Bupati menyampaikan, dari hasil Satgas PMK Kabupaten Lebak, keberadaan PMK di kecamatan sampai saat ini masih aman dan tidak ditemukan.

Baca juga: Zaki Iskandar Enggan Berkomentar soal Posternya yang Sudah Ramai Disandingkan dengan Iti Octavia

"Jadi Alhamdulillah setelah kita cek di tempat-tempat yang lain, jadi Alhamdulillah masih aman," katanya.

Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat, untuk tetap berhati-hati dalam memilih hewan kurban.

"Tentunya hewan kurbannya yang sehat dan bebas dari PMK," ucapnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved