Kajati Banten soal Korupsi di Banten: Di Luar Nalar, Ada 21 Perkara Rasuah selama Empat Bulan
Setidaknya ada 21 perkara korupsi selama empat bulan Leonard Eben Ezer Simanjuntak menjabat sebagai kepala Kejaksaan Tinggi Banten
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN.COM - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, menyoroti banyaknya kasus korupsi di Provinsi Banten.
Dia mencatat setidaknya ada 21 perkara korupsi selama empat bulan ini dirinya menjabat sebagai kepala kejati Banten.
"Dan bulan ini pun ada dua perkara yang cukup besar akan saya tetapkan," ujarnya saat memberikan kata sambutan di Pendopo Lama Gubernur Banten, pada Kamis (7/7/2022).
Baca juga: 3 Pejabat Utama Polda Banten Dimutasi, Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono Jadi Wadirreskrimsus
Sebagai seorang pendatang, ketika bertugas di wilayah Banten, dia mengaku sedih lantaran banyak sekali kasus korupsi.
"Ketika saya menjabat di sini, betapa sedihnya bapak ibu sekalian. Saya melihat angka (korupsi,-red) itu sangat di luar dari apa yang dinalar kita," ujarnya.
Kenapa dikatakan di luar nalar? kata Leonard.
Ketika ada fakta integritas baik itu di provinsi maupun di DPRD.
Di mana Provinsi Banten sudah lepas dari Provinsi Jawa Barat.
Menurutnya, para pendahulu mengingkinkan kesejahteraan bagi masyarakat Banten.
Kemudian membangun yang merata, dengan semangat yang tinggi para pendahulu sehingga ingin lepas menjadi Pemprov Banten.
"Itu menunjukkan ini harus komitmen kita bersama, untuk membangun badan ini yang sebagaimana yang dicita-citakan pendahulu kita" katanya.
Diakuinya, setiap kali ada kesempatan, dirinya tidak bosan mengingatkan sejarah para pendahulu di Banten.
Dengan menceritakan perjuangan para Kesultanan Banten pada zaman dulu yang sangat luar biasa dalam menbangun Banten.
"Masa kita nggak bisa maju sih. Sejarah sudah mencatat Sultan Ageng Tirtayasa Itu sudah menumpukan sejarah baik itu pembangunan industri pedesaan, sampai dengan pelabuhan," katanya.
Bahkan, kata Leonard, Sultan Ageng Tirtaya juga secara internasional mendatangkan orang dari Spanyol untuk membangun kapal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/kejati-banten-dan-pj-gubernur-banten.jpg)