Hasil Wangsit, Tabib Harimbi Bangun Makam Ki Joharudin dari Batu Pantai Selatan
Tabib Harimbi yang mengaku sebagai titisan Nabi Khidir mengungkap sejarah pembangunan makam Syekh Abdul Rojak atau Ki Joharudin.
Penulis: mildaniati | Editor: Abdul Rosid
Bagian kanan bangunan utama makam, terdapat kaligrafi bertuliskan Khidir, bagian bawahnya tertulis nama Tabib Harimbi.
Pada pintu masuk, sisi kiri tertulis angka 0 dan sisi kanan tertulis angka satu.
Tidak hanya itu, pada nisan makam tertulis nama lafadz Allah yang sudah dihapus.
Setiap dinding dan kaligrafi serta makam dihiasi bebatuan hitam.
Kata Harimbi, bentuk bangunan inspirasi dari dirinya sendiri.
"Ini mutlak dari tabib sendiri, inspirasinya ada dorongan dari Ki Joharudin ada di qolbu harus batu tempelannya," terangnya.
"Alhamdulillah saya tempelkan batu sesuai keinginan, saya bangun ini ikut juga, selebihnya saya borongkan," sambungnya.
Baca juga: Sosok Tabib Harimbi yang Ngaku Sebagai Titisan Nabi Khidir, Sejak Usia 12 Tahun Sudah Ngobati Pasien
Bangunan sekitar memiliki luas 500 meter, dilengkapi mushola, aula, ruangan tertutup bertulis "Tabib Harimbi", dua buah kamar mandi.
Bagian aula, ada dua buah lemari kaca yang di dalamnya tersimpan jubah hitam dan coklat bertuliskan kaligrafi lafadz Khidir berbentuk bulat dibelakangnya.
"Batunya saya ambil dari Bayah laut, beliau ngasih syarat ke saya untuk ambil batu itu dilaut satu tempat," uturnya.
Jumlah batunya sekitar 1 truk.
Dia dibantu sahabat dan muridnya sekitar 6 orang.
"Batunya sampai setengah truk dibantu sahabat dan murid saya sekitar 6 orang, satu hari ambilnya," jelasnya.
"Saya ambil batu itu tadinya lautnya surut, saat pulang lautnya naik," jelasnya.
Adapun filosofi angka 01 dalam abngunan utama makam adalah tidak ada yang bisa ditunggalkan selain Allah SWT.
Baca juga: Viral Tabib Harimbi Ngaku Titisan Nabi Khidir, Sekda Kota Serang Imbau Masyarakat Tidak Terpengaruh