Breaking News:

Manfaatkan Teknologi Co-firing dan Masifkan Pembangkit EBT, PLN Siap Pensiunkan PLTU

Dengan co-firing biomassa PLN bisa mendapatkan energi bersih dengan peningkatan biaya yang minimal.

dokumentasi PLN
PLN menguatkan komitmennya dalam transisi energi bersih di Indonesia. Satu di antaranya dengan mengintensifkan subtitusi batu para pada pembangkut listrik tenaga uap (PLTU) ke biomassa. 

TRIBUNBANTEN.COM - PLN membahas strategi pasokan biomassa yang berkelanjutan pada Transformation Journey Series #10.

Kegiatan itu bertajuk "Strategi Pencapaian Aspirasi Green Melalui Sustainibilitas Pasokan Biomassa untuk Co-Firing PLTU Batu Bara".

PLN menguatkan komitmennya dalam transisi energi bersih di Indonesia.

Satu di antaranya dengan mengintensifkan subtitusi batu para pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) ke biomassa.

Baca juga: PLN E-Mobility Day: Driving The Future, Konvoi Jakarta-Bali hingga Test Drive Kendaraan Listrik

Selain bisa mengurangi ketergantungan terhadap batu bara yang merupakan energi fosil, langkah ini menjadi satu di antara cara untuk menurunkan emisi karbon, sebelum PLN mempensiunkan PLTU pada 2050.

Dengan co-firing biomassa PLN bisa mendapatkan energi bersih dengan peningkatan biaya yang minimal.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan substitusi bahan bakar batu bara ke biomassa ini adalah proyek yang strategis.

Melalui teknologi co-firing ini, PLN bisa mendapatkan beberapa manfaat sekaligus.

"Menekan emisi karbon yang dihasilkan oleh PLTU, meningkatkan bauran energi serta memaksimalkan potensi PLTU yang ada sebelum akhirnya benar benar pensiun dini," ujar Darmawan.

Target bauran pada 2025 sebesar 23 persen akan dicapai dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved