Breaking News:

DLH Lebak Beberkan Penyebab Air Balong Ranca Lentah di Rangkasbitung Timbulkan Bau Tak Sedap

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak membeberkan penyebab air Balong Ranca Lentah di Rangkasbitung mengeluarkan bau tak sedap.

Penulis: Nurandi | Editor: Abdul Rosid
TribunBanten.com/Nurandi
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak membeberkan penyebab air Balong Ranca Lentah di Rangkasbitung mengeluarkan bau tak sedap. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Nurandi

TRIBUNBNATEN.COM, LEBAK - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak membeberkan penyebab air Balong Ranca Lentah di Rangkasbitung mengeluarkan bau tak sedap.

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kabupaten Lebak, asep Novian mengungkapkan, penyebab air Balong Ranca Lentah di Rangkasbitung dikarenakan banyak faktor.

Salah satu faktor air Balong Ranca Lentah di Rangkasbitung karena faktor alam.

Baca juga: Jadi Ikon Wisata Lebak di Rangkasbitung, Air Balong Ranca Timbulkan Bau Tak Sedap, BPBD Turun Tangan

"Karena cuaca panas, sehingga menyebabkan air yang ada di balong mengental," katanya saat dihubungi TribunBanten.com, Selasa (2/7/2022).

Akibat cuaca yang panas tersebut membuat kondisi air menjadi bau.

"Kondisi air yang kotor, membuat organisme yang ada di balong mati dan sehingga air menjadi bau," uajarnya.

DLH Kabupaten Lebak juga berencana akan mengaktifkan kembali air mancur hias yang ada di balong.

Sehingga, sirkulasi oksigen pada air balong bisa berjalan lancar.

Namun, saat ini air mancur di balong belum maksimal di operasikan karena kondisi air balong yang mengental dan berbau.

"Rencana akan kita aktifkan kembali air mancur, karena dengan beroperasinya air mancur tersebut dapat membantu kandungan oksigen air balong dapat meningkat sehingga tidak ada orgasme yang mati," katanya.

Baca juga: Kisah Pilu Titin, Warga Lebak Urusi Anaknya yang ODGJ di Rumah Rusak, Makan Andalkan Pemberian Warga

Dirinya menambahkan karena balong tersebut, merupakan kolam penampungan yang di dalamnya banyak limbah domestik.

"Karena balong itu tidak ada aliran air yang jalan. Hanya mengandalkan air hujan dan limbah domestik warga saja yang masuk ke dalamnya," ucapnya.

Balong sendiri saat ini menjadi tempat tongkrongan dan rekreasi bagi warga di Rangkasbitung dan sekitarnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved