Breaking News:

Bantu Murid SD di Haurgajrug Lebak Pergi Sekolah, BPBD Terjunkan Perahu Karet: Aman Bisa Pegangan

BPBD Kabupaten Lebak menyiagakan perahu karet untuk membantu murid SD di Haurgajrug menyeberang.

Penulis: Nurandi | Editor: Glery Lazuardi
nurandi
Perahu karet dari BPBD Kabupaten Lebak yang sudah digunakan oleh warga Kampung Cuping, Desa Haur Gajrug, Kecamatan Cipana, Kabupaten Lebak,Selasa (2/7/2022). 

TRIBUNBANTEN.COM - BPBD Kabupaten Lebak menyiagakan perahu karet untuk membantu murid SD di Haurgajrug menyeberang.

"Sebelumnya warga menggunakan rakit bambu. Jadi itu sangat berbahaya bagi murid SD dan warga," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama, saat berada di lokasi jembatan, Rabu (3/8/2022).

Baca juga: Murid SD di Haurgajrug Pergi Sekolah Harus Naik Rakit, Pemkab Lebak Janji Segera Perbaiki Jembatan

Kondisi Jembatan Gantung Kampung Nanggerang yang rusak pada Kamis (28/7/2022) bulan lalu, tidak memungkinkan untuk dilalui saat ini.

Bantu warga di Kampung Nanggerang dan Kampung Cuping yang hendak menyeberang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak menurunkan satu perahu karet untuk membantu warga menyebrang.

Terutama bagi siswa SD dari Kampung Cuping yang berangkat dan pulang sekolah serta aktivitas warga lainnya.

BPBD Kabupaten Lebak mendapatkan laporan jika Jembatan di Desa Haurgajrug kondisinya rusak parah.

"Karena secara kontruksi jembatan tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah, maka dari itu BPBD sudah menurunkan satu perahu untuk membantu warga menyebrang," kata dia.

Dirinya melanjutkan jembatan tersebut merupakan kewenangan dari Pemkab, maka dari itu BPBD Lebak turun ikut membantu.

Khusus motor sementara waktu tidak bisa melalui Jembatan Gantung Nanggerang dan harus melewati jalur jalan raya sejauh 5 kilometer.

Baca juga: Kisah Siswa SD di Haurgajrug Lebak Pergi Sekolah Naik Rakit: Duduk Dampingan Sambil Tenteng Sepatu

Febby juga menyampaikan harapannya dengan adanya perahu ini dapat membantu warga setempat, terutama siswa SD di Kampung Cuping yang hendak berangkat dan pulang sekolah.

"Jadi kalau menggunakan perahu karet, kan warga aman bisa berpegangan pada perahu. Kalo rakit tidak ada pegangan," ucapnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved