Breaking News:

Murid SD di Haurgajrug Pergi Sekolah Harus Naik Rakit, Pemkab Lebak Janji Segera Perbaiki Jembatan

Viral murid SD di Desa Haurgajrug Lebak naik rakit untuk sekolah. Jembatan penghubung Kampung Nanggerang dan Kampung Cuping akan diperbaiki.

Penulis: Nurandi | Editor: Glery Lazuardi
nurandi
Sejumlah murid SD di Lebak menggunakan rakit untuk dapat pergi dan pulang sekolah pada Selasa (2/8/2022). Jembatan penghubung antara Kampung Nanggerang dan Kampung Cuping, Desa Haurgajrug, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, akan diperbaiki. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Jembatan penghubung antara Kampung Nanggerang dan Kampung Cuping, Desa Haurgajrug, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, akan diperbaiki.

Pernyataan itu disampaikan oleh
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika.

Jembatan penghubung itu biasa digunakan untuk murid SD di Kampung Cuping yag hendak sekolah serta warga yang mau bekerja atau sebaliknya.

Baca juga: Kisah Siswa SD di Haurgajrug Lebak Pergi Sekolah Naik Rakit: Duduk Dampingan Sambil Tenteng Sepatu

Namun, saat ini jembatan penghubung itu mengalami kerusakan pada tali selingnya yang putus.

Akses jembatan Kampung Nanggerang sendiri sebagai jalan terdekat bagi warga Kampung Cuping, Kampung Nanggela dan sekitarnya.

Total ada 150 rumah dan 700 warga yang tinggal di Kampung Cuping yang bergabung pada jembatan dengan panjang 60 meter ini.

Irvan Suyatupika mengaku sudah meninjau jembatan itu pada Selasa (2/8/2022).

"Kami sudah Inventarisir terkait dengan kerusakan yang di alami jembatan tersebut, untuk selanjutnya kami perbaiki," katanya saat dihubungi TribuBanten.com, Rabu (3/8/2022).

Dirinya melanjutkan terkait dengan perbaikan jembatan tersebut, pihaknya masih menghitung berapa nantinya anggaran yang disiapkan untuk perbaikan jembatan.

"Dari hasil inventarisir, m kita masih menghitung anggaran dan biaya terkait dengan perbaikan jembatannya," ujarnya.

Jembatan dengan panjang 60 meter, lebar 1,2 meter dan tinggi 10 meter ini, mengalami kerusakan pada bagian tali seling penahan badan jalan yang putus

Baca juga: Kisah Pilu Titin, Warga Lebak Urusi Anaknya yang ODGJ di Rumah Rusak, Makan Andalkan Pemberian Warga

Selain itu kondisi besi jembatan yang tidak terawat dari besi yang berkarat dan keropos membuat jembatan yang di perbaiki pada tahun 2020 ini rusak.

Irvan menyampaikan dari hasil peninjauan di lapangan pihaknya akan segera menindaklanjuti untuk perbaikan jembatan.

"Karena ini akses penting bagi masyarakat, yang hendak sekolah dan bekerja kami akan proses dulu untuk perbaikan jembatannya," ucapnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved