Kubu Vladimir Putin Sebut Amerika Serikat Terlibat Langsung dalam Perang di Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim Amerika Serikat terlibat langsung dalam perang di Ukraina.

Editor: Ahmad Haris
Tangkap Layar Tribun
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Joe Biden. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim Amerika Serikat terlibat langsung dalam perang di Ukraina. 

TRIBUNBANTEN.COM - Amerika Serikat disebut terlibat langsung dalam perang di Ukraina.

Hal itu disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Rusia.

Mengutip Tribunnews, seperti dilansir dari The Guardian, Moskow menyebut peran intelijen Amerika telah berada di bawah pengawasan setelah Kremlin menuduh Gedung Putih memasok informasi penargetan yang digunakan Kyiv melakukan serangan rudal jarak jauh.

Rusia menuduh Washington bertanggung jawab atas serangan roket di daerah berpenduduk di Donbas timur dan daerah lain.

Baca juga: Bersiap Hadapi Ancaman Rusia, Polandia dan Negara Baltik Ramai-ramai Borong Roket HIMARS AS

Baca juga: Kubu Putin Klaim Telah Hancurkan 4 Roket HIMARS yang Dipasok AS ke Ukraina

"Semua ini tidak dapat disangkal membuktikan bahwa Washington, bertentangan dengan klaim Gedung Putih dan Pentagon, terlibat langsung dalam konflik di Ukraina," kata Kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Pemerintahan Presiden Joe Biden sejauh ini telah memberikan lebih dari $8 miliar (£6,55 miliar) dalam bantuan keamanan ke Ukraina sejak invasi Rusia pada Februari.

Bantuan terebut termasuk tambahan $550 juta yang diumumkan pada Senin (1/8/2022).

Namun dengan tegas membantah bahwa AS merupakan bagian dalam konflik atau berperang dengan Rusia.

Pejabat Ukraina puji sistem roket HIMARS AS

Komentar Kremlin muncul setelah Wakil Kepala Intelijen Militer Ukriana Vadym Skibitsky diwawancara oleh Telegraph pada Senin (1/8/2022).

Skibitsky mengatakan sistem artileri jarak jauh HIMARS buatan AS sangat efektif dalam memusnahkan bahan bakar dan amunisi Rusia.

Dia mengatakan citra satelit yang sangat baik dan informasi real-time telah membantu.

Skibitsky membantah pejabat AS memberikan informasi penargetan langsung.

Namun, dia mengakui ada konsultasi antara pejabat intelijen AS dan Ukraina sebelum serangan, sehingga Washington dapat memeriksa dan jika perlu memveto target yang dimaksudkan.

Secara terpisah, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova pun berkomentar.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved