Mahfud MD Tegang Ikuti Perkembangan Kasus Brigadir J, Singgung Soal CCTV: Harusnya Petir Diperiksa

Mahfud MD mengomentari perkembangan kasus tewasnya Brigadir J. Mahfud MD menyinggung soal rekaman CCTV dan mempertanyakan mengapa petir tak diperiksa

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Tribunnews/Irwan Rismawan
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. Mahfud MD mengomentari perkembangan kasus tewasnya Brigadir J. Komentar itu disampaikan melalui akun media sosial Twitter miliknya @mohmahfudmd 

TRIBUNBANTEN.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD mengomentari perkembangan kasus tewasnya Brigadir J.

Komentar itu disampaikan melalui akun media sosial Twitter miliknya @mohmahfudmd

"Polemik di media ttg tragedi tewasnya Brigadir J menegangkan. Tapi di sela ketegangan tersungging jg senyum kecut saat Pengacara Keluarga Birigadir J bilang, “Kemarin katanya CCTV disambar petir, sekarang bilang CCTV ada. Seharusnya petirnya diperiksa juga”. Logika publik cerdas".

Baca juga: 25 Hari Kasus Brigadir J Bergulir, 2 Jenderal Polisi Heran Belum Ada Tersangka yang Ditetapkan

25 Hari Berlalu Belum Ada Tersangka

Kasus tewasnya Brigadir J sampai saat ini belum terungkap.

Seperti diketahui, Brigadir J tewas ditembak Bharada E ajudan Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7/2022).

Terhitung hingga saat ini, sudah 25 hari tewasnya Brigadir J, kasus tersebut belum terungkap.

Belum diketahui siapa yang menjadi tersangka dalam kasus tewasnya Brigadir Yosua tersebut.

Belum adanya tersangka dalam kasus ini mendapat sorotan dari dua perwira tinggi Polri.

Baca juga: Gelagat Aneh Brigadir J di Kediaman Ferdy Sambo: Todongkan Senjata ke Foto dan Pakai Parfum Putri

Mereka adalah mantan Kabareskrim Polri Komjen (Purn) Susno Duadji, serta dan mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, Irjen Napoleon Bonaparte.

Susno mengatakan kasus tewasnya Brigadir Yosua merupakan kasus yang simpel.

"Lokasi tewas, korban, pelaku, hingga barang bukti senjata dan selongsong peluru jelas, semuanya ada," katanya dikutip dari tayangan di Kompas.TV, Jumat (22/7/2022).

Susno Duadji bilang, semua unsur terkait penembakan itu sudah jelas.

Namun kenapa dibentuk tim penyelidikan khusus, menurut Susno Duadji, karena lokasi tewasnya Brigadir Yosua di kediaman petinggi Polri.

"Wajar dibentuk tim khusus karena lokasi tewasnya korban di rumah pejabat," ujarnya.

Baca juga: Irjen Napoleon Minta Sosok di Balik Tewasnya Brigadir J Muncul: Ngaku Saja, Penjara Tak Susah

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved